Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dan mental juara sejak usia dini bagi atlet pelajar Indonesia. Hal ini disampaikan saat ia menerima dua atlet pelajar peraih medali SEA Games 2025 di Thailand, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Dua atlet tersebut adalah Jayden Zen Naga, yang meraih medali emas di cabang hoki es, dan Adelia Chantika Aulia, yang mendapatkan medali perunggu di cabang renang. Keduanya merupakan pelajar dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta yang telah menunjukkan prestasi gemilang di ajang multievent Asia Tenggara tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenpora menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet muda yang dinilai mampu menunjukkan daya saing Indonesia, sekaligus menjadi indikator positif bagi regenerasi atlet nasional. Ia menilai bahwa pencapaian di SEA Games harus dijadikan pijakan awal menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
“Saya melihat langsung pertandingan hoki es di SEA Games. Ini pertama kali saya menonton, dan saya melihat semangat serta tensi yang luar biasa. Di hoki es, sepersekian detik bisa menentukan hasil. Ini cabang yang sangat menantang,” ujar Taufik.
Menurut Wamenpora, atlet pelajar memiliki rentang karier yang masih panjang sehingga pembinaan tidak boleh terputus setelah meraih medali. Ia menekankan bahwa dalam olahraga, peluang selalu terbuka selama atlet mampu menjaga konsistensi dan kemauan untuk terus berkembang.
Berbagi pengalaman pribadinya, Taufik Hidayat yang meraih emas Olimpiade Athena 2004 dari cabang bulu tangkis tunggal putra, mengingatkan bahwa prestasi puncak tidak dicapai secara instan. Proses panjang, disiplin ketat, serta pengorbanan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet menuju Olimpiade.
“Menuju Olimpiade itu prosesnya panjang. Tidak ada yang instan dalam olahraga. Saya dulu kehilangan banyak waktu bermain karena setiap hari latihan. Itu pilihan hidup yang harus dijalani dengan disiplin dan dukungan keluarga serta sekolah,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa perjalanan kariernya diwarnai berbagai kesalahan dan kegagalan sebelum mencapai puncak prestasi. Karena itu, ia mendorong atlet muda untuk aktif belajar dan tidak ragu meminta masukan dari atlet senior yang telah lebih dulu merasakan atmosfer kompetisi dunia.
Selain fokus pada atlet, Wamenpora turut mengapresiasi peran SMA Muhammadiyah 3 Jakarta yang dinilai berhasil menciptakan ekosistem pembinaan atlet pelajar tanpa mengorbankan pendidikan formal. Dukungan sekolah dalam memberikan fleksibilitas belajar menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan akademik dan prestasi olahraga.
“Kemenpora sangat mendukung model pembinaan seperti ini. Kami berharap sekolah lain bisa mengikuti, sehingga atlet pelajar tetap mendapat jam belajar yang memadai sekaligus fokus berlatih,” ujarnya.
Wamenpora menegaskan bahwa pembinaan atlet berbasis sekolah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul, sebagaimana tertuang dalam Asta-Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan prestasi olahraga nasional dan pembangunan generasi muda berdaya saing global.
Menutup arahannya, Taufik Hidayat mengingatkan agar atlet peraih medali SEA Games tidak cepat berpuas diri. Ia meminta mereka menjaga disiplin, meningkatkan kualitas latihan, dan mempersiapkan diri untuk tantangan yang lebih besar, termasuk kejuaraan dunia dan Olimpiade.
“Karier kalian masih panjang. Jangan cepat puas. Presiden Prabowo sangat mendukung agar olahraga Indonesia bisa mendunia. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk melangkah lebih jauh,” pungkasnya.





















