Headline.co.id, Jakarta ~ Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau revitalisasi Kilang Balikpapan kini resmi beroperasi setelah melalui berbagai tantangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal ini dalam peresmian yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Timur pada Senin, 12 Januari 2026. Bahlil mengungkapkan bahwa proyek ini menghadapi banyak “drama” selama proses penyelesaiannya.
Bahlil menjelaskan bahwa proyek RDMP Kilang Balikpapan seharusnya selesai pada tahun 2024. Namun, terdapat insiden kebakaran yang menghambat penyelesaian proyek tersebut. Ia mencurigai bahwa kebakaran tersebut bukanlah kecelakaan, melainkan tindakan sabotase oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan proyek ini berhasil. “Kami minta untuk investigasi, ternyata ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi. Agar impor terus,” ujar Bahlil.
Meskipun demikian, tantangan tersebut berhasil diatasi, dan proyek RDMP Kilang Balikpapan kini telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp124,79 triliun berdasarkan kurs Rp16.864. Dengan selesainya proyek ini, kapasitas produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat dari 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V.
Selain itu, proyek ini juga meningkatkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, serta meningkatkan persentase nilai produk dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen. Pengembangan kilang ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan swasembada energi sesuai dengan program Astacita, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.
“Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG, serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara EURO V yang tentunya lebih ramah lingkungan,” tambah Bahlil.






















