Headline.co.id, Banda Aceh ~ Dinas Kesehatan Aceh memastikan bahwa layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor tetap berjalan meskipun dua fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu Puskesmas Rusip di Kabupaten Aceh Tengah dan Puskesmas Jambur Lak-Lak di Kabupaten Aceh Tenggara, belum dapat beroperasi secara normal. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua Health Emergency Operational Center (HEOC), Ferdiyus, menegaskan bahwa keterbatasan operasional di kedua puskesmas tersebut tidak menghalangi akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Ferdiyus menjelaskan bahwa tenaga kesehatan dari unsur relawan dan Tim Emergency Medical Team (EMT) telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara langsung kepada masyarakat. “Meski faskes di dua puskesmas Rusip dan Jambur Lak-Lak belum beroperasi, namun telah dijangkau oleh tenaga kesehatan dari kolaborasi relawan dan Tim Emergency Medical Team (EMT),” ujar Ferdiyus, Sabtu (10/1/2026). Ia menambahkan bahwa tenaga kesehatan sudah berada di lokasi dan memberikan pelayanan di tenda.
Namun, Ferdiyus mengakui bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. “Keterbatasan anggaran dan sarana transportasi untuk menjangkau lokasi pelayanan kesehatan menjadi kendala di lapangan,” jelas Ferdiyus. Berdasarkan laporan HEOC, secara keseluruhan terdapat 309 puskesmas di wilayah terdampak, dengan 307 puskesmas masih beroperasi. Selain itu, seluruh 23 rumah sakit pemerintah di Aceh dipastikan tetap berfungsi dan siap melayani rujukan pasien dari lapangan.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan HEOC terus melakukan pemantauan harian, penguatan layanan kesehatan lapangan, serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan kapasitas kesehatan tetap terjaga, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas di wilayah terdampak bencana.




















