Headline.co.id, Jakarta ~ Polres Aceh Selatan mengambil langkah preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat setelah bencana banjir dengan melakukan penyemprotan dan pembersihan jalan protokol pada Sabtu (10/1). Kegiatan ini difokuskan pada penghilangan tumpukan lumpur kering yang menimbulkan polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan. Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan meninggalkan material lumpur tebal yang, ketika mengering, berubah menjadi debu yang beterbangan saat dilintasi kendaraan. Kondisi ini berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Untuk mengatasi masalah ini, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon untuk menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif dalam mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan secara signifikan mengurangi kadar debu di udara. Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.
“Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro. Ia juga menekankan pentingnya sinergi tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.
Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan juga mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah. Warga diimbau untuk selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak, serta meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan. Langkah preventif dan humanis ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih pasca bencana.





















