Headline.co.id (Medan) ~ Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU) pada Rabu pagi dipadati ribuan mahasiswa baru yang mengenakan jas almamater hijau. Wajah penuh semangat menyemarakkan dimulainya kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Simpang 4 Bugisan, Pembonceng Motor Tewas di TKP Begini Kronologinya
Acara penyambutan resmi tersebut dihadiri langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Nur Syarifah, yang memberikan materi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
“Kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Mencegah kekerasan bukan hanya tugas pimpinan kampus, tetapi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika,” tegas Nur Syarifah dalam sambutannya.
Rektor USU Sambut 7.961 Mahasiswa Baru
Tahun ini, USU menyambut 7.961 mahasiswa baru yang telah lolos melalui seleksi ketat. Rektor USU, Muryanto Amin, menyampaikan rasa bangganya atas hadirnya generasi baru yang diyakini akan menjadi motor perubahan.
Baca juga: Polsek Sewon Ringkus Pencuri Motor di Bantul, Pelaku Ditangkap di Kulon Progo
“Kalian adalah generasi unggul pilihan, yang telah melewati seleksi ketat dan akan menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kesuksesan. Di sini, kalian akan menemukan potensi terbaik dalam diri, membentuk karakter, dan menyalakan api perubahan,” ucap Rektor.
Dalam kesempatan itu, Muryanto juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi, termasuk Tim Horas USU yang menjuarai Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE), Tim SDGs USU yang meraih juara internasional di ASEAN Intervarsity Youth Competition (AIYC), serta mahasiswa dengan nilai tertinggi UTBK saintek dan soshum.
Sorak sorai dan tepuk tangan meriah mengiringi momen penghargaan tersebut, menambah semangat ribuan mahasiswa baru di stadion.
Baca juga: Pick Up Hantam Dua Motor di Perempatan Wiyoro Bantul, Polisi Ungkap Kronologi dan Kondisi Korban
Pesan Menteri: PKKMB Bukan Ajang Kekerasan
Melalui rekaman video, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya menjadikan PKKMB sebagai ruang pembelajaran yang aman dan nyaman.
“Saya tidak ingin mendengar ada praktik kekerasan sekecil apa pun di kegiatan PKKMB, baik fisik maupun verbal. Itu bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan budaya saling menghargai yang kita junjung tinggi,” ujar Menteri Brian.
Ia juga berpesan agar mahasiswa baru menumbuhkan sikap saling menghormati serta membangun relasi sehat dengan sesama. “PKKMB adalah langkah awal untuk menjadi pribadi dewasa, mandiri, dan siap memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Polsek Pakem Ringkus Pencuri Spesialis Bobol Rumah di Sleman, Pelaku Juga Pernah Bobol RSUD
Materi PKKMB: Bekal Menuju Generasi Berdaya Saing
Selama tiga hari, mahasiswa baru akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari kepemimpinan, etika akademik, literasi digital, wawasan kebangsaan, hingga pemahaman PPKPT. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu membentuk lulusan yang berkarakter, berdaya saing global, sekaligus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menutup kegiatan hari pertama, Nur Syarifah kembali menegaskan pesan moral agar mahasiswa tidak pasif terhadap segala bentuk kekerasan.
“Jangan menjadi pelaku kekerasan atau bystander yang hanya diam ketika kekerasan terjadi. Jangan beri ruang sedikit pun bagi kekerasan di kampus. Setiap orang punya andil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya.
Baca juga: Prabowo Undang Petani, Nelayan, dan Buruh ke Istana Merdeka pada 17 Agustus






















