Headline.co.id (Jakarta) — Museum Penerangan (Muspen) resmi memperluas cakupan layanannya menjadi enam jenis pada 2025, sebagai bagian dari langkah strategis menuju peningkatan kualitas pelayanan publik. Perubahan ini merupakan penyempurnaan atas standar layanan sebelumnya yang disusun pada tahun 2020.
“Jadi saat ini ada enam total layanan yang ada di Museum Penerangan,” ujar Alvio Putri Matahari, Ketua Tim Pelayanan Publik Muspen, dalam Forum Komunikasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan Museum Penerangan di Jakarta, Senin (30/6). Keenam layanan tersebut mencakup: kunjungan langsung, kunjungan kelompok atau virtual experience, peminjaman ruang dan bangunan, peminjaman koleksi, pelayanan penelitian ilmiah, serta layanan perpustakaan mini.
Menurut Alvio, dua jenis layanan yang sebelumnya masuk dalam standar lama, yaitu pengaduan dan pengelolaan media sosial, kini dihapus karena dinilai tidak relevan lagi. “Layanan pengaduan serta pengelolaan media sosial bukan merupakan jenis layanan tersendiri, melainkan bagian dari mekanisme pengelolaan layanan secara keseluruhan,” jelasnya.
Salah satu inovasi yang menonjol adalah layanan virtual experience—sebuah kunjungan daring berkelompok dengan pemanduan real time melalui Zoom. Fasilitas ini memungkinkan Muspen menjangkau lebih banyak audiens di luar wilayah Jakarta.
Selain itu, masyarakat kini bisa memanfaatkan fasilitas peminjaman ruangan untuk berbagai kegiatan penyebaran informasi, seperti seminar atau workshop. “Kita memiliki beberapa ruang yang bisa dipakai oleh masyarakat, tentunya dengan tujuan mendukung diseminasi informasi,” kata Alvio.
Layanan peminjaman koleksi dan informasi ditujukan kepada pihak-pihak tertentu seperti instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga industri kreatif, dengan persetujuan khusus. Sementara untuk kebutuhan akademik, Muspen menyediakan layanan penelitian ilmiah bagi pelajar, mahasiswa, maupun peneliti individu atau kelompok.
Layanan baru lainnya adalah perpustakaan mini yang sedang dalam tahap pengelolaan. Diharapkan fasilitas ini dapat memperkaya literasi pengunjung dan mendukung kegiatan riset seputar sejarah informasi dan komunikasi di Indonesia.
Alvio menegaskan, penyempurnaan layanan ini merupakan tonggak awal dalam perjalanan Muspen menuju targetnya sebagai museum Level A—klasifikasi tertinggi museum di Indonesia. “Tentunya itu menjadi target kita di kesempatan berikutnya. Salah satu titik awal kita yaitu dengan melakukan standarisasi dari layanan kita,” pungkasnya.
Museum Penerangan, yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dikelola oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Museum ini menjadi saksi perjalanan sejarah penyiaran dan komunikasi publik di Tanah Air, sekaligus menjadi jendela edukatif bagi generasi masa kini dan mendatang.





















