Adrianus Johannes Bik, Sosok di Balik Citra Pangeran Diponegoro yang Dikenal
Jakarta – Gambar Pangeran Diponegoro yang sering kita jumpai mengenakan jubah dan sorban merupakan hasil karya seorang hakim Belanda bernama Adrianus Johannes Bik.
Bik, yang bertugas di Batavia, memiliki hobi melukis. Pada April-Mei 1830, ia berkesempatan bertemu langsung dengan Pangeran Diponegoro yang sedang ditahan di penjara. Sebagai pengawas penjaranya, Bik mengajukan izin untuk melukis potret diri sang pangeran.
Dalam lukisan pensil di atas kertas itu, Bik menggambarkan Diponegoro mengenakan sorban, baju koko, jubah, selempang di bahu kanan, dan keris pusaka di ikat pinggangnya. Lukisan tersebut dianggap sangat akurat karena Bik melihat langsung wajah sang pangeran semasa hidupnya.
Karya Bik menjadi inspirasi bagi pelukis pribumi selanjutnya, seperti Raden Saleh. Pada 1847, Saleh melukis “Penangkapan Pangeran Diponegoro” yang memperlihatkan Diponegoro mengenakan sorban dan jubah. Demikian pula Basoeki Abdullah yang menggambarkan hal yang sama dalam karya-karyanya.
Menariknya, Diponegoro yang berdarah Jawa justru memilih busana khas Muslim tersebut. Hal ini berawal dari pertukaran pakaian dengan saudaranya, Ibrahim, yang berketurunan Arab. Pada masa itu, budaya Arab sangat dikagumi orang Jawa yang melihat Kekaisaran Turki Utsmani sebagai simbol kekuatan Islam.
Sebagai pemimpin perlawanan terhadap Belanda, Diponegoro juga mengadopsi beberapa kebiasaan Arab yang dipopulerkan Turki Utsmani, seperti kategori pasukan berdasarkan warna sorban dan penentuan pangkat. Namun, tidak ada catatan pasti yang mengaitkan penggunaan sorban dan jubah oleh Diponegoro dengan pengaruh Turki Utsmani.
Tujuan utama Diponegoro mengenakan sorban adalah sebagai simbol perlawanan terhadap penjajah Belanda dan sebagai pemimpin spiritual keagamaan.
sumber: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20240906105953-29-569712/cerita-awal-mula-pangeran-diponegoro-pakai-sorban-jubah.























