by

Kartu Multimoda Transportasi Jakarta Akan Segera di Launching

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Bulan ini Kartu pembayaran multimoda transportasi publik di Jakarta rencananya akan diujicobakan. Hal ini seperti yang diutarakan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat kemarin (17/1).

“Targetnya saya minta Januari ini nanti Presiden bersama Gubernur Jakarta dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju bisa mencoba kartunya sesuai dengan hasil pertemuan antara BUMN dan pemerintah daerah Jakarta,” ujar Erick.

Erick Thohir menyampaikan, hal ini seperti arahan Presiden Joko Widodo bulan Februari 2019 dalam rapat terbatas mengenai masyarakat Jakarta sebagai kota yang tidak kalah modern dari kota-kota besar lainnya di dunia, sayangnya transportasi publik tidak terkoneksi atau terintegrasi satu sama lain.

Baca Juga: Jakarta Diguyur Hujan Deras, Hindari Kawasan Ini

Ketika dari bandara mau naik MRT, masyarakat harus menggunakan kartu yang lain begitu pula saat naik KRL atau bus harus menggunakan kartu yang berbeda.

Maka dari itu Menteri BUMN kemudian bertemu dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan pada November 2019 untuk membahas hal tersebut.

“Karena itulah Presiden meminta BUMN untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah. Alhamdulillah dari hasil pertemuan Menteri BUMN dengan Gubernur Jakarta, kedua belah pihak sudah menandatangani perjanjian bagaimana transportasi publik di Jakarta lebih mudah bagi masyarakat,” ujar Erick.

Dalam hal ini, lanjutnya, pemerintah daerah menguasai 51 persen saham sedangkan BUMN hanya menguasai 49 persen saham sisanya.

Baca Juga: PT KAI buka Lowongan Untuk Lulusan SMA Sederajat, Cek Info Lengkapnya Disini

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta telah menandatangani perjanjian untuk membentuk sebuah perusahaan patungan.

Erick mengatakan bahwa perjanjian pembentukan perusahaan patungan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi mengenai pengelolaan sistem moda transportasi yang terintegrasi.

Perjanjian ini juga sebagai tindak lanjut Head of Agreement antara kedua belah pihak yang mengatur kesepakatan pembentukan perusahaan patungan yang akan melakukan kajian dan pelaksanaan integrasi transportasi serta pengembangan kawasan berorientasi transit di Jabodetabek.

Comment

News Feed