Headline.co.id, Sleman ~ Dua pelajar SMP Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan riset teknologi keamanan pangan untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026. Riset tersebut dilakukan Emilia Visca Della Verita dan Fairuz Nathania Krasiva di bidang ilmu pengetahuan terapan. Keduanya mengembangkan alat pemindai berbasis kecerdasan buatan bernama TERMIKU-MBG untuk mendukung keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alat itu dirancang untuk memindai suhu dan menghitung kadar gizi secara otomatis sebelum makanan didistribusikan kepada siswa penerima manfaat.
Riset Teknologi Keamanan Pangan untuk Program MBG
Riset teknologi keamanan pangan tersebut berfokus pada upaya mencegah risiko keracunan dalam pelaksanaan MBG. Melalui TERMIKU-MBG, suhu makanan dapat dipindai secara otomatis. Alat yang sama juga dirancang untuk menghitung kadar gizi sajian.
Pengembangan alat ini diarahkan untuk membantu proses pemantauan makanan secara lebih cepat. Dengan demikian, kesegaran dan mutu sajian dapat diperiksa sebelum makanan didistribusikan kepada siswa penerima manfaat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Riset tersebut menjadi bagian dari persiapan keikutsertaan Emilia dan Fairuz dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026. Keduanya mengembangkan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan terapan dengan mengambil fokus pada teknologi keamanan pangan.
SPPG Margomulyo Dukung Penelitian Siswa
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo mendukung riset yang dikembangkan dua pelajar SMP Negeri 1 Seyegan tersebut. Dukungan itu diberikan terhadap penelitian yang berorientasi pada peningkatan mutu konsumsi peserta didik.
Kepala SPPG Margomulyo Joni Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap penelitian ilmiah yang memiliki tujuan meningkatkan mutu konsumsi peserta didik. Keterbukaan itu mencakup riset teknologi keamanan pangan yang dapat mendukung pemantauan makanan dalam program MBG.
Melalui penerapan pemindaian berbasis kecerdasan buatan, pemeriksaan terhadap sajian makanan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum makanan sampai kepada siswa penerima manfaat.
Cara Kerja TERMIKU-MBG
TERMIKU-MBG dikembangkan sebagai alat pemindai yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Berdasarkan riset tersebut, alat ini memiliki dua fungsi utama, yakni memindai suhu dan menghitung kadar gizi secara otomatis.
Pemindaian suhu berkaitan dengan pemantauan kesegaran makanan. Sementara itu, penghitungan kadar gizi ditujukan untuk mengetahui kandungan gizi sajian yang disiapkan dalam pelaksanaan MBG.
Kedua fungsi tersebut menjadi bagian dari rancangan teknologi keamanan pangan yang dikembangkan Emilia dan Fairuz. Hasil pemindaian dapat digunakan untuk membantu memantau kesegaran serta mutu makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.
Teknologi untuk Meningkatkan Mutu Sajian
Dukungan SPPG Margomulyo terhadap riset ini menunjukkan keterkaitan penelitian siswa dan kebutuhan pengawasan makanan dalam program MBG. Penelitian tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan alat, tetapi juga pada penerapannya untuk membantu memastikan mutu sajian.
Pemanfaatan kecerdasan buatan melalui TERMIKU-MBG diarahkan agar proses pemantauan dapat berlangsung lebih cepat. Alat itu dirancang untuk memberikan informasi mengenai suhu dan kadar gizi secara otomatis sebelum makanan dibagikan.
Riset Emilia Visca Della Verita dan Fairuz Nathania Krasiva menjadi upaya pelajar SMP Negeri 1 Seyegan dalam mengembangkan solusi teknologi di bidang keamanan pangan. Penelitian tersebut disiapkan untuk keikutsertaan pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2026 dengan dukungan SPPG Margomulyo.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















