Headline.co.id, Gorontalo ~ Koordinator Wilayah Kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Korwilker KemenHAM) Gorontalo, Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah, Sarton Dali, meminta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Provinsi Gorontalo terus dilanjutkan. Pesan itu disampaikan dalam acara Pamit Purna Tugas sekaligus Pelepasan Kepala BNN Provinsi Gorontalo Brigjen Pol Sri Bardiyati di Kota Gorontalo, Senin (5/10/2026). Sarton menilai perjuangan melawan narkoba tidak boleh berhenti akibat pergantian kepemimpinan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Menurutnya, kesinambungan program dan kolaborasi seluruh elemen menjadi cara untuk mewujudkan Gorontalo yang bersih dari narkoba.
Dalam acara tersebut, Sarton menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian Sri Bardiyati selama menjalankan tugas di Gorontalo. Ia berharap program serta upaya pemberantasan narkotika yang telah dilakukan dapat diteruskan oleh pejabat pengganti.
“Terima kasih dan selamat memasuki masa purna bakti kepada Ibu Kepala BNN Provinsi Gorontalo. Semoga apa yang telah dilaksanakan beliau dapat dilanjutkan oleh pengganti beliau ke depan,” ujar Sarton.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perang melawan narkoba perlu kesinambungan
Sarton mengatakan keberhasilan mewujudkan Gorontalo yang bersih dari narkoba membutuhkan kesinambungan program dan keterlibatan berbagai unsur. Karena itu, ia berharap estafet pemberantasan narkotika tidak berhenti saat terjadi pergantian pejabat, tetapi justru semakin diperkuat.
“Sehingga Provinsi Gorontalo ini benar-benar bersih dari narkoba dan kita dapat terbebas dari bahaya narkotika,” tegasnya.
Ia juga mengenang pertemuan pertamanya dengan Sri Bardiyati ketika pejabat tersebut baru memulai tugas sebagai Kepala BNNP Gorontalo. Keduanya pertama kali bertemu dalam kegiatan donor darah di Batalyon 713 Gorontalo pada 26 Mei 2025.
Menurut Sarton, Sri Bardiyati merupakan sosok yang simpatik dan menghargai setiap orang. Sikap tersebut, katanya, menjadi salah satu modal penting dalam membangun komunikasi dan sinergi selama Sri menjalankan tugas di Gorontalo.
“Kesan kami pada saat pertama beliau datang ke Gorontalo, beliau adalah orang yang sangat simpatik dan menghargai semua orang,” katanya.
Penilaian itu disampaikan Sarton dalam konteks kerja sama selama Sri Bardiyati menjalankan tugas di daerah tersebut. Ia menilai komunikasi dan sinergi menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya menghadapi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
BNN tidak bisa bekerja sendiri
Dalam kesempatan yang sama, Sri Budiarti dalam sambutan purna tugasnya menegaskan bahwa perjuangan melawan narkotika tidak dapat dilakukan BNN seorang diri. Pemberantasan narkoba, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“BNN tentunya tidak akan pernah mampu berdiri sendiri dalam menghadapi ancaman narkotika. Perang melawan narkotika bukanlah perang milik BNN semata. Ini adalah perjuangan kita bersama,” ujarnya.
Sri Bardiyati juga mengapresiasi kebersamaan dan gotong royong yang dirasakannya selama bertugas di Gorontalo. Ia menyebut sinergi lintas sektor sebagai kekuatan penting dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang.
Ia berpesan agar estafet perjuangan pemberantasan narkotika di Gorontalo tetap dilanjutkan.
“Estafet perjuangan harus terus dilanjutkan untuk wilayah Provinsi Gorontalo bersih dari narkoba,” tegasnya.
Gubernur Gorontalo dorong kerja kolaboratif
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan dedikasi Sri Bardiyati selama memimpin BNNP Gorontalo. Ia menilai berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini menjadi pijakan bagi pemerintah dan seluruh pihak untuk terus memperkuat pencegahan serta pemberantasan narkotika.
Gusnar menegaskan, perjuangan melawan narkoba tidak boleh bergantung pada satu figur, nama, jabatan, maupun institusi tertentu. Menurutnya, upaya tersebut harus dilaksanakan melalui kerja sama dan kolaborasi.
“Kerja ini tidak akan selesai pada satu figur, pada satu nama, pada satu pejabat, pada satu jabatan, tapi ini semua harus kita lakukan secara kolaboratif,” ujarnya.
Pernyataan Sarton, Sri Bardiyati, dan Gusnar sama-sama menekankan pentingnya keberlanjutan perjuangan melawan narkotika di Provinsi Gorontalo. Pergantian kepemimpinan di BNNP Gorontalo diharapkan tidak menghentikan program yang telah berjalan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















