Headline.co.id, Bojonegoro ~ Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro menyiapkan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mendukung pencegahan kanker serviks. Rencana vaksinasi itu disampaikan dalam pertemuan rutin DWP di Ruang Pertemuan DWP Kabupaten Bojonegoro, Kamis (1/10/2026). Program tersebut akan dilaksanakan bulan depan, dengan sasaran anggota DWP, kerabat, dan saudara, sementara informasi mengenai jadwal serta pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut.
Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro Emy Edi Susanto mengatakan vaksinasi HPV merupakan bagian dari program DWP Sehat, yang termasuk salah satu dari tujuh program prioritas DWP. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan anggota DWP maupun keluarga mereka dengan harga vaksinasi Rp290 ribu per dosis.
“Berkat kebijakan Ibu Ketua Umum, untuk anggota DWP, baik itu kerabatnya maupun saudaranya, boleh menggunakan fasilitas DWP. Harganya Rp290 ribu per dosis dan tidak boleh lebih,” ujar Emy.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Vaksinasi HPV Disiapkan Bulan Depan
Emy menyampaikan DWP Kabupaten Bojonegoro berencana mengadakan vaksinasi HPV pada bulan depan. Namun, pelaksanaan program itu masih menunggu penyampaian informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pihak yang akan melaksanakan vaksinasi.
Menurut Emy, sasaran vaksinasi HPV mencakup kaum perempuan, terutama mereka yang masih remaja, belum menikah, dan belum melakukan aktivitas seksual. Pada kelompok tersebut, vaksinasi dinilai dapat memberikan perlindungan secara lebih optimal sebelum seseorang terpapar HPV.
Meski perhatian utama diarahkan kepada perempuan, Emy mengingatkan bahwa HPV juga dapat menginfeksi laki-laki. Karena itu, vaksinasi HPV dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi HPV pada laki-laki maupun perempuan.
Untuk perempuan yang telah melakukan aktivitas seksual, Emy mengingatkan pentingnya deteksi dini sebelum mengikuti vaksinasi. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, termasuk kemungkinan penyakit yang ada di dalam tubuh.
“Lebih baik kita tahu seberapa banyak penyakit yang ada di dalam tubuh kita masing-masing. Kalau sudah diketahui, pengobatannya bisa kita ikuti sesuai anjuran sehingga usaha untuk sembuh bisa dilakukan sejak awal,” jelasnya.
Deteksi Dini Kesehatan Reproduksi
Emy mengatakan tingkat pendidikan seseorang tidak selalu menjamin bahwa orang tersebut telah melakukan pemeriksaan dan menjaga kesehatan dengan baik. Oleh sebab itu, kesadaran untuk melakukan deteksi dini perlu terus dibangun di tengah masyarakat.
Ia juga meminta masyarakat tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan organ reproduksi. Menurut Emy, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan diri sejak awal.
“Di masyarakat kami menemukan sendiri, ternyata orang dengan pendidikan yang tinggi pun belum tentu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan benar. Jadi jangan takut untuk melakukan deteksi dini. Ini untuk mengecek kesehatan diri kita, terutama kesehatan organ reproduksi,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, dr. Indah Ratna Lutfi memberikan edukasi mengenai kanker serviks dan vaksinasi HPV. Ia menjelaskan, hampir 100 persen kanker serviks pada perempuan berkaitan dengan infeksi virus HPV.
Menurut dr. Indah, kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining. Edukasi itu diberikan untuk memperkuat pemahaman anggota DWP mengenai pentingnya pencegahan serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Jadwal Dosis Vaksin HPV
Dr. Indah menjelaskan, vaksin HPV untuk anak usia 9–13 tahun diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama diberikan pada bulan ke-0, kemudian dosis kedua pada bulan ke-6.
Sementara itu, untuk usia di atas 13 tahun, vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis. Pemberian dilakukan pada bulan ke-0, bulan ke-2, dan bulan ke-6.
Selain membahas kesehatan, pertemuan rutin DWP Kabupaten Bojonegoro juga diisi dengan kegiatan bedah buku dan materi mengenai kiat-kiat menjadi seorang pengusaha. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk menambah wawasan di bidang kesehatan, literasi, dan pengembangan keterampilan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















