Headline.co.id, Pelalawan ~ Seekor beruang dilaporkan muncul di sekitar permukiman warga Desa Beringin Makmur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dalam beberapa hari terakhir. Kemunculan satwa liar itu membuat warga meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi memicu konflik manusia dan satwa. Warga telah beberapa kali melihat dan merekam keberadaan beruang tersebut di sekitar permukiman. Menindaklanjuti laporan itu, Polsek Kerumutan mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Beruang Beberapa Kali Terlihat di Permukiman
Informasi mengenai beruang yang berkeliaran di permukiman Desa Beringin Makmur disampaikan warga pada Rabu, 30 September 2026. Salah seorang warga, Supriadi, mengatakan satwa tersebut telah muncul selama beberapa hari dan sempat direkam oleh warga.
“Beruang sudah beberapa hari ini muncul. Warga juga sempat merekam kedatangannya,” kata Supriadi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemunculan beruang itu menimbulkan kekhawatiran karena keberadaannya berada di sekitar tempat tinggal warga. Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik manusia dan satwa liar apabila warga mendekati, mengejar, atau berusaha menangkapnya.
Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penanganan untuk mencegah risiko terhadap keselamatan masyarakat maupun satwa tersebut. Namun, hingga informasi itu disampaikan, belum ada penjelasan mengenai jenis beruang yang terlihat di permukiman tersebut.
Polsek Kerumutan Koordinasi dengan BKSDA
Polsek Kerumutan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah menerima laporan warga. Kepolisian juga berkomunikasi dengan BKSDA terkait kemunculan beruang di Desa Beringin Makmur.
“Kami sudah melakukan pengecekan langsung dan berkomunikasi dengan pihak BKSDA terkait kemunculan beruang ini,” kata Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari melalui Kapolsek Kerumutan IPTU Rahmat Hidayat.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga sekaligus untuk mencegah risiko yang dapat muncul akibat keberadaan satwa liar di sekitar permukiman. Naskah sumber belum menjelaskan langkah lanjutan yang akan dilakukan BKSDA setelah koordinasi dengan kepolisian.
Warga Diminta Tidak Mendekati Beruang
Rahmat mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memancing atau mengancam keselamatan warga maupun satwa. Warga diminta tidak mendekati, mengejar, atau mencoba menangkap beruang apabila kembali terlihat.
Masyarakat juga diminta tidak mengambil gambar dari jarak dekat. Selain itu, aktivitas anak-anak di luar rumah perlu dibatasi apabila beruang kembali muncul di sekitar permukiman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memancing atau mengancam keselamatan warga maupun satwa. Jika kembali melihat beruang, segera menjauh ke tempat yang aman dan laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait,” tegas Rahmat.
Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi langsung warga dan beruang. Kepolisian menekankan agar warga segera menjauh ke tempat aman dan melaporkan penampakan satwa kepada pihak kepolisian atau petugas terkait.
Hingga informasi tersebut disampaikan, beruang masih disebut muncul di sekitar permukiman warga Desa Beringin Makmur dalam beberapa hari terakhir. Jenis beruang serta penanganan lanjutan oleh BKSDA belum dijelaskan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















