Headline.co.id, Tapanuli Tengah ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat penanganan darurat sungai meluap yang memicu banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Penanganan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (26/9/2026) sore hingga malam. Tim diterjunkan untuk memperlancar aliran sungai, mengurangi risiko luapan, serta mencegah kerusakan lebih lanjut di tengah kondisi hujan yang masih tinggi. Luapan terjadi di sejumlah sungai, lain Sungai Tukka, Sungai Siali di Desa Bonalumban, dan Sungai Silaga-Laga di Desa Sipange.
Lokasi penanganan berada di wilayah Kecamatan Tukka dan Kecamatan Pandan. BBWS Sumatera II Medan melakukan penanganan secara bertahap dengan membuka dan membersihkan alur sungai yang mengalami hambatan aliran.
Penanganan Sungai Meluap Dilakukan di Sejumlah Titik
Pembersihan alur sungai dilakukan untuk memperlancar aliran air. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi potensi luapan ketika debit sungai kembali meningkat akibat hujan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain membuka alur sungai, BBWS Sumatera II memperkuat tebing pada sejumlah titik menggunakan geobag dan bronjong. Pemasangan material tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gerusan serta mencegah kerusakan tebing sungai akibat peningkatan debit air.
Penanganan darurat terus dipantau karena intensitas hujan di wilayah tersebut masih tinggi. Tim Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi sungai.
Menteri PU: Keselamatan Masyarakat Menjadi Prioritas
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU memantau kondisi infrastruktur sumber daya air dan menyesuaikan penanganan dengan kebutuhan di lapangan. Menurut dia, pemantauan dan penanganan diperlukan terutama ketika hujan masih berintensitas tinggi.
“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi,” kata Dody di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait juga dilakukan untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi lapangan. Pemantauan mencakup perkembangan kondisi sungai serta kebutuhan penanganan pada titik-titik yang mengalami gangguan aliran atau berisiko mengalami kerusakan.
Warga Diimbau Waspadai Hujan Deras
Kementerian PU mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir agar tetap mewaspadai potensi hujan deras dan peningkatan debit sungai. Masyarakat diminta memantau informasi resmi serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain memantau kondisi dan mengikuti arahan petugas, masyarakat dapat melaporkan kondisi bencana melalui Kanal Pelaporan Bencana Kementerian PU. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 158 ekstensi 4 atau WhatsApp Center 0815-1000-0158.
Penanganan sungai meluap di Tapanuli Tengah masih berlangsung secara bertahap. Kementerian PU menyatakan pemantauan akan terus dilakukan seiring kondisi hujan dan perubahan debit sungai di wilayah terdampak.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















