Headline.co.id, Sleman ~ Kebakaran melanda lahan perkebunan salak seluas kurang lebih 8.000 meter persegi di Padukuhan Dermo RT 004/RW 006, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Senin (28/9/2026) siang. Api yang pertama kali disadari warga sekitar pukul 14.10 WIB itu berhasil dilokalisasi oleh satu unit armada Pemadam Kebakaran Sleman bersama sejumlah personel. Upaya pemadaman dilakukan setelah kobaran api merambat cepat akibat embusan angin dan tumpukan material vegetasi yang mengering. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Lahan yang terbakar merupakan perkebunan salak berstatus Tanah Kas Desa (TKD). Titik awal kobaran diketahui berada di sisi utara kebun sebelum api bergerak ke bagian lain lahan.
Kobaran Api Merambat akibat Angin dan Vegetasi Kering
Warga yang melihat kebakaran kemudian menyampaikan laporan darurat. Merespons laporan tersebut, satu unit armada Pemadam Kebakaran Sleman beserta sejumlah personel segera diterjunkan ke lokasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Petugas melakukan pemadaman intensif untuk menghentikan pergerakan api menuju area kebun lainnya. Kondisi angin dan tumpukan material vegetasi yang mengering membuat api sempat merambat dengan cepat.
Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan, mengonfirmasi kebakaran berhasil dikendalikan. Menurut dia, kesigapan petugas di lapangan membantu menekan dampak kerusakan pada lahan tersebut.
“Berkat kesigapan petugas di lapangan, amuk si jago merah sukses dilokalisasi,” kata Heni dalam keterangan terkait penanganan kebakaran tersebut.
Kerusakan Diperkirakan 25 Persen dari Luas Lahan
Heni menyampaikan, kerusakan fatal akibat kebakaran dapat ditekan di kisaran 25 persen dari total luas lahan. Dengan demikian, api tidak sampai menghanguskan seluruh perkebunan salak seluas kurang lebih 8.000 meter persegi itu.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kebakaran tetap menyebabkan kerugian material. Sebagian tanaman salak di lahan tersebut mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api utama berhasil dijinakkan. Proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat memicu kebakaran susulan.
Pendinginan menjadi tahap lanjutan setelah pemadaman untuk mengamankan area kebun dan mencegah api kembali menyala dari material yang masih menyimpan panas.
Warga Diingatkan Waspada Kebakaran Lahan
Peristiwa kebakaran di lahan perkebunan salak Merdikorejo menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Imbauan tersebut dinilai penting, terutama di tengah kondisi musim kering yang dapat membuat vegetasi lebih mudah terbakar.
Keberadaan embusan angin dan material tanaman yang mengering dapat mempercepat rambatan api apabila kebakaran terjadi di area terbuka. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas ke lahan perkebunan atau area lainnya.
Dalam insiden ini, tindakan cepat setelah laporan warga diterima memungkinkan petugas mengarahkan pemadaman untuk memutus laju api. Penanganan tersebut membuat kebakaran dapat dilokalisasi, sementara kerusakan terbatas pada sebagian area dan tidak menimbulkan korban.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















