Highlight Berita:
Headline.co.id, Sleman ~ Dugaan miskomunikasi terkait persoalan seorang anak di lingkungan sekolah berujung pada kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam di SD Negeri Ledoknongko, Bangunkerto, Turi, Sleman, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban berinisial HK (40), warga Kalibawang, Kulon Progo, mengalami luka pada lengan kiri setelah berusaha menangkis ayunan senjata tajam yang mengarah ke bagian lehernya.
Unit Reskrim Polsek Turi telah mengamankan seorang pria berinisial TM alias S (44), warga Bangunkerto, Turi, Sleman, dalam perkara tersebut. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu senjata tajam jenis parang dengan panjang sekitar 80 sentimeter.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H. mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, peristiwa tersebut diduga bermula dari miskomunikasi terkait anak tersangka yang disebut mengambil jajanan di kantin sekolah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Awalnya terjadi miskomunikasi terkait anak dari pelaku yang diduga mengambil jajanan di kantin. Info yang kami dapat, anak pelaku merupakan anak berkebutuhan khusus,” kata Argo kepada Headline.co.id.
Menurut Argo, sebelum peristiwa penganiayaan terjadi, pihak sekolah telah memanggil ibu dari anak tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.
“Sebêlumnya, ibu dari anak tersebut sudah dipanggil pihak sekolah dan persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan serta dinyatakan selesai,” ujarnya.
Setelah persoalan di sekolah tersebut dinyatakan selesai, ibu dari anak itu kemudian menghubungi suaminya. Polisi menduga terjadi miskomunikasi setelah komunikasi tersebut yang kemudian berkembang hingga berujung pada dugaan penganiayaan.
“Setelah itu, ibu tersebut menelepon suaminya. Diduga terjadi miskomunikasi yang kemudian berujung pada kejadian penganiayaan,” tutur Argo.
Korban Menangkis Serangan ke Arah Leher
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, saat kejadian korban bersama sejumlah guru berada di lingkungan SD Negeri Ledoknongko.
Korban kemudian melihat tersangka membawa senjata tajam. Ketika korban mendekati tersangka, terjadi pengayunan senjata tajam yang disebut mengarah kepada korban.
Korban berusaha melindungi diri dengan menangkis menggunakan tangan kiri. Akibatnya, HK mengalami luka pada bagian lengan kiri.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa tersebut untuk mengetahui secara lengkap latar belakang maupun kronologi kejadian.
“Perkara masih dalam penanganan dan pendalaman kepolisian,” kata Argo.
Tersangka Ditahan, Parang Diamankan
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, petugas Polsek Turi mendatangi lokasi dan mengamankan tersangka beserta barang bukti.
Dalam proses penyidikan, polisi telah melakukan sejumlah langkah hukum, mulai dari pemeriksaan saksi, gelar perkara, penetapan tersangka, hingga penangkapan dan pemeriksaan terhadap tersangka.
TM alias S selanjutnya ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi turut mengamankan satu senjata tajam jenis parang dengan panjang sekitar 80 sentimeter yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Polisi Imbau Persoalan Diselesaikan Tanpa Kekerasan
Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kekerasan maupun senjata tajam dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Setiap persoalan atau konflik diharapkan dapat diselesaikan dengan cara yang aman dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Masyarakat yang mengetahui adanya potensi konflik atau tindakan yang dapat membahayakan orang lain juga diminta segera melapor kepada kepolisian.
Laporan masyarakat diharapkan dapat membantu aparat melakukan langkah pencegahan maupun penanganan lebih cepat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, kepolisian masih mendalami perkara penganiayaan di SD Negeri Ledoknongko tersebut, termasuk rangkaian peristiwa yang bermula dari dugaan miskomunikasi terkait persoalan anak tersangka di lingkungan sekolah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















