Headline.co.id, Sleman ~ Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kalurahan Nogotirto masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Lapangan Kyai Nur Iman Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Gamping, Sleman, Senin (21/9/2026) malam. Pelantikan dilakukan oleh Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman, Ahmad Fatah. Mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Organisasi”, pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi kelembagaan NU di tingkat dasar untuk mendekatkan agenda organisasi dengan kebutuhan warga.
PRNU Nogotirto Sleman dinilai memiliki posisi penting dalam merawat toleransi, moderasi beragama, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Peran itu dijalankan melalui penguatan program keagamaan, pendidikan, kaderisasi, serta kerja sama dengan berbagai unsur di tingkat kalurahan.
PRNU Nogotirto Sleman Berhadapan Langsung dengan Dinamika Warga
Ahmad Fatah menegaskan, pengurus NU di tingkat ranting berada dalam posisi krusial karena berhadapan langsung dengan dinamika sosial masyarakat sehari-hari. Karena itu, program yang disusun pengurus baru perlu berangkat dari persoalan dan kebutuhan warga di lingkungan setempat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Ahmad, keberadaan PRNU di tingkat kalurahan bukan hanya untuk memperkuat struktur organisasi. Struktur tersebut juga menjadi sarana untuk menerjemahkan berbagai agenda NU agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Keberadaan pengurus Nahdlatul Ulama di tingkat kalurahan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur NU dari tingkat bawah. Melalui struktur tersebut, berbagai agenda organisasi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang lebih dekat dengan persoalan dan kebutuhan warga,” ujar Ahmad.
Ia menyampaikan, program keagamaan, pendidikan, dan kaderisasi perlu dilandasi semangat merawat harmoni sosial. Pendekatan tersebut penting agar kegiatan organisasi dapat berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat yang majemuk.
Pelantikan PRNU Nogotirto masa khidmat 2026–2031 dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Organisasi” juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan NU dari tingkat dasar. Kemandirian organisasi ditempatkan dalam kerangka penguatan peran pengurus serta pelaksanaan kegiatan yang menjawab kebutuhan warga.
Pengurus Baru Diminta Bangun Sinergi Inklusif
Ahmad Fatah berpesan agar pengurus baru membuka ruang sinergi yang inklusif. Sinergi itu diarahkan melalui komunikasi intensif dengan pemerintah kalurahan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat lintas golongan, serta badan otonom NU setempat.
Kerja sama dengan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program PRNU Nogotirto. Selain memperluas dukungan, komunikasi lintas unsur juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Pesan tersebut menempatkan PRNU Nogotirto sebagai pengurus yang tidak hanya menjalankan agenda internal organisasi. Pengurus juga diharapkan mampu membangun hubungan dengan unsur masyarakat dan lembaga yang berada di sekitar kalurahan.
Dengan posisi di tingkat akar rumput, PRNU memiliki ruang untuk menghubungkan agenda organisasi dengan persoalan sosial yang dihadapi warga. Peran itu mencakup bidang keagamaan, pendidikan, kaderisasi, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Kaderisasi dan Regenerasi Jadi Perhatian
Perwakilan Ketua PCNU Sleman, Achmad Fauzi, menekankan pentingnya penguatan kaderisasi dan regenerasi yang adaptif terhadap tantangan keberagaman. Menurut dia, keberlanjutan organisasi perlu ditopang program kerja yang tidak berhenti pada kegiatan rutin.
Achmad berharap program kerja PRNU Nogotirto disusun secara terarah, memiliki ukuran yang jelas, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan suasana yang menyejukkan bagi seluruh lapisan warga.
“Program kerja yang disusun PRNU Nogotirto diharapkan tidak berhenti pada agenda rutin, tetapi menghasilkan kegiatan yang terukur, menyejukkan, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan warga,” tegas Achmad.
Penekanan terhadap kaderisasi dan regenerasi menjadi bagian penting dalam masa khidmat kepengurusan 2026–2031. Melalui kaderisasi yang adaptif, PRNU Nogotirto diharapkan dapat merespons tantangan keberagaman sekaligus mempertahankan peran organisasi di tengah masyarakat.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa khidmat pengurus PRNU Nogotirto yang baru. Penguatan struktur dari tingkat kalurahan, keterbukaan terhadap sinergi, serta penyusunan program yang bermanfaat menjadi pesan utama bagi pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















