Headline.co.id, Surabaya ~ (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pemikir yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam produk dan praktik ekonomi syariah yang aplikatif. Ajakan ini disampaikan saat Menag memberikan sambutan dalam Seminar Nasional tentang Ekonomi Syariah di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), bertepatan dengan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IAEI Jawa Timur.
Sebagai Ketua Umum DPP IAEI, Menag Nasaruddin menekankan pentingnya IAEI dalam mengembangkan pemikiran ekonomi Islam dengan mengartikulasikan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis ke dalam gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Silakan berkreasi memformulasikan dan mengartikulasikan ayat-ayat dan hadis-hadis dalam bentuk yang lebih aplikatif untuk menciptakan produk-produk ekonomi syariah,” ujar Menag pada Kamis (27/8/2026).
Menag menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya pada pemahaman teoritis. Kolaborasi IAEI, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar gagasan ekonomi syariah dapat diterjemahkan ke dalam praktik yang menghasilkan inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. “Kita harus membawa masyarakat dari knowing menjadi understanding, dari understanding menjadi doing, dan dari doing menjadi creating,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah dengan populasi Muslim mencapai 250 juta jiwa, menjadikannya negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Sektor halal value chain juga berkontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, Menag menyoroti perlunya peningkatan kualitas pengamalan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari. “Kita adalah yang paling besar populasi umat Islamnya di dunia ini. Jangan hanya mengejar kuantitasnya tapi juga kualitas pengimplementasian nilai-nilai syariahnya,” tegas Menag.
Seminar Nasional ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, jajaran pemerintah daerah, serta pengurus DPW IAEI. Saat ini, IAEI telah memiliki 355 jaringan, terdiri atas 30 DPW dalam negeri, lima DPW luar negeri, dan 320 komisariat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.



















