Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi, bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional 1448 Hijriah. Acara ini mengusung tema yang menekankan pentingnya penguatan spiritual umat sekaligus menegaskan komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk mengaktualisasikan ajaran Rasulullah dalam menjaga lingkungan.
Acara ini dibuka dengan Peringatan Maulid dan Ijazah Kubro Dalail Khairat. Menurut Menag, tradisi ijazah dalam pembacaan selawat memiliki makna mendalam, ibarat prosesi kelulusan yang memberikan daya spiritual. Dalam sambutannya di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta, Rabu (26/8/2026), Menag menekankan pentingnya memahami pesan ekologis yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Turut hadir dalam acara ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, dan sejumlah pejabat lainnya.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa gerakan ini mengajak jutaan umat untuk berselawat serentak, dengan target partisipasi 1.781.945 peserta dari seluruh Indonesia. Angka ini dipilih sebagai simbol historis Hari Kemerdekaan RI. Selain itu, diluncurkan pula estafet Ngaji Sirah Nabawi selama tujuh hari bersama para ulama untuk mendalami sejarah hidup dan perjuangan Rasulullah secara utuh. Menag menekankan bahwa pemahaman yang utuh tentang Sirah Nabawi dapat menyambungkan batin umat dengan Rasulullah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menag juga menyoroti pentingnya meneladani “Teologi Lingkungan” yang diajarkan oleh Rasulullah, terutama dalam menghadapi krisis lingkungan seperti kebakaran hutan dan kabut asap. Ia mengajak umat Islam menjadikan momentum Maulid ini sebagai titik tolak pembebasan Indonesia dari bencana asap. Menag menegaskan bahwa dampak kabut asap sangat fatal bagi kesehatan masyarakat dan mengingatkan bahwa dalam Islam, membakar hutan sama dengan melakukan kerusakan di muka bumi. Menag berharap gerakan ini dapat mewujud dalam tindakan nyata menjaga kelestarian alam.


















