Headline.co.id, Bojonegoro ~ Palangka Raya (Kemenag) — Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tengah mengembangkan teknologi drone berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan memetakan titik api di lahan gambut. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, yang sering menghadapi ancaman kebakaran terutama saat musim kemarau panjang.
Pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari Crisis Command Center (CCC) Karhutla UIN Palangka Raya, yang diluncurkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, pada Kamis (20/8/2026). CCC ini dibangun melalui riset berjudul “Development of AI Camera-Equipped Drone System for Targeted Peatland Fire Control and Disaster Mitigation During Extended Dry Seasons in Kalimantan.”
Riset tersebut dipimpin oleh Muhammad Nasir, bersama Jhelang Annovasho, Zulya Desmita, dan Fitriyani dari UIN Palangka Raya, serta Faisal Ashari dari Universitas Bojonegoro. Penelitian ini didanai oleh Program Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama atau MORA The AIR Funds. Jhelang Annovasho menekankan pentingnya teknologi ini dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sistem yang dikembangkan menggabungkan drone dengan kamera berbasis AI untuk mendeteksi dan memetakan titik api secara lebih presisi. Drone ini dirancang dengan kemampuan navigasi otomatis dan pemetaan target, yang diharapkan dapat mengatasi tantangan seperti fenomena smouldering, yaitu kebakaran yang terjadi di bawah permukaan lahan gambut dan sulit terdeteksi secara visual.
Dalam presentasi kepada Dirjen Pendis, tim peneliti menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada 2026 berfokus pada perancangan sistem, pengumpulan dataset dari kasus karhutla nyata, serta pelatihan model AI menggunakan metode YOLO (You Only Look Once). Model ini dilatih untuk mengenali objek atau indikasi kebakaran berdasarkan data yang dikumpulkan, dan hasil awal riset akan diintegrasikan dengan CCC Karhutla UIN Palangka Raya.
Pada tahap kedua, penelitian akan memperkaya dataset melalui pengujian skala laboratorium dan menyempurnakan kemampuan drone. Integrasi AI dengan drone memungkinkan pemantauan di wilayah yang sulit dijangkau melalui pengamatan langsung di darat. Tahap ketiga akan mengarahkan penelitian pada penerapan dan pengujian sistem dalam skala lapangan.
Selain untuk pemantauan dan deteksi dini, drone ini juga dirancang untuk mendukung mitigasi dengan mengangkut air dan peralatan pembasahan, serta membantu proses evakuasi jika diperlukan. Melalui CCC, data dan temuan riset akan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan penyusunan kebijakan terkait karhutla, baik yang berdampak pada kegiatan akademik maupun nonakademik.
Dengan pendekatan ini, tim peneliti berharap hasil riset tidak hanya menjadi produk akademik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terpadu untuk memperkuat deteksi dini, pemantauan, pencegahan, dan mitigasi karhutla di Kalimantan.
















