Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Wakil Menteri Agama, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, menyampaikan pandangannya mengenai hubungan kebahagiaan dan kesuksesan kepada keluarga besar Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama. Dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Itjen Kemenag, Jakarta, Selasa (18/8/2026), Wamenag menekankan bahwa kebahagiaan tidak perlu menunggu kesuksesan, melainkan dapat menjadi pendorong untuk mencapainya.
“Jangan lupa bahagia. Jadi bukan sukses dulu baru bahagia. Bahagia bisa membuat kita sukses,” ujar Wamenag. Ia menilai bahwa suasana gembira yang tercipta dari berbagai lomba dan pentas seni dalam perayaan tersebut memberikan kesempatan bagi pegawai untuk sejenak keluar dari rutinitas dan membangun kebersamaan.
Wamenag juga menyoroti pentingnya seni dalam kehidupan kerja. Menurutnya, seni tidak hanya terkait dengan kemampuan tampil di atas panggung, tetapi juga kemampuan menempatkan diri dan memainkan peran dalam berbagai situasi. “Tidak ada pekerja yang teliti, pekerja yang melakukan tugasnya dengan hati, kecuali di dalam dirinya ada seni,” tuturnya. Ia mengapresiasi penampilan pegawai Itjen Kemenag yang mampu menunjukkan sisi kreatif mereka dalam suasana penuh kegembiraan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lebih lanjut, Wamenag menekankan bahwa kebahagiaan yang bermakna adalah yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Ia mencontohkan program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak sebagai bentuk kebahagiaan yang dibagikan kepada sesama. “Ini adalah bentuk kebahagiaan yang disalurkan kepada orang lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga mengajak keluarga besar Itjen Kemenag untuk memaknai kemerdekaan dengan menjaga persatuan. Ia menegaskan bahwa keberagaman di lingkungan Kementerian Agama seharusnya menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. “Saya tidak melihat perbedaan warna. Saya cuma melihat Indonesia,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa perbedaan karakter dan tugas seharusnya menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Wamenag menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya mensyukuri pekerjaan dan kesempatan mengabdi. Ia mendorong pegawai untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kemampuan, dan memainkan peran secara tepat dalam berbagai situasi. “Terus menjaga integritas, menambah kemampuan, jadilah orang seni dan mainkanlah peran dalam situasi yang berbeda karena kita bersama menuju Indonesia yang lebih sejahtera,” pungkasnya.


















