Headline.co.id, Sleman ~ Moussa Bagayoko, gelandang bertahan asal Mali, kini memulai babak baru dalam karier sepak bolanya bersama PSS Sleman. Meski terpisah ribuan kilometer dari tanah kelahirannya, Bagayoko merasa jarak dan perbedaan budaya bukanlah penghalang. Dengan semangat dan tekad, ia bergabung dengan tim Super Elja, membawa harapan baru di Bumi Sembada.
Bagayoko mengungkapkan bahwa keputusan untuk bermain di Indonesia merupakan pengalaman pertamanya di Asia. “Saya punya alasan tersendiri memilih datang ke sini. Yang pertama, saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman dengan lingkungan serta suasana di sini,” ujarnya usai latihan di Lapangan Pakembinangun pada Selasa (18/08/2026).
Selama empat pekan menjalani pramusim di Sleman, Bagayoko fokus pada proses adaptasi. Setiap sesi latihan tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik dan teknisnya, tetapi juga membantunya memahami filosofi permainan tim. Proses ini berjalan lancar berkat karakter Bagayoko yang mudah beradaptasi, sehingga ia dapat dengan cepat menyatu dengan rekan-rekan setim dan menemukan ritme permainan yang diinginkan oleh pelatih.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagayoko menegaskan bahwa sepak bola baginya lebih dari sekadar permainan. “Alhamdulillah, saya menjalani proses adaptasi baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi,” katanya. Sepak bola menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menjembatani perbedaan bahasa dan budaya, serta membangun kedekatan dengan rekan-rekan di PSS Sleman.
Kedekatan yang terjalin membuat Bagayoko merasa diterima dengan hangat oleh tim. Ia menyebut rekan-rekan setimnya bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sahabat yang membuatnya merasa nyaman dan menjadi bagian dari keluarga besar PSS. “Saya suka mereka semua. Mereka adalah temanku satu tim,” tegasnya, menandakan betapa pentingnya chemistry dalam tim untuk mencapai kesuksesan bersama.



















