Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa video yang beredar di media sosial yang menunjukkan erupsi Gunung Anak Krakatau dari atas kapal adalah hoaks. Verifikasi teknis telah dilakukan terhadap rekaman tersebut, dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa video berdurasi kurang dari satu menit tersebut bukanlah rekaman aktivitas erupsi terkini Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. “Video itu tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dari Gunung Anak Krakatau,” kata Lana dalam keterangan resmi, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan data pemantauan tim Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau hanya mengalami dua kali erupsi kecil dalam pekan ini, yaitu pada Kamis (2/7/2026) pukul 14.05 WIB dan Jumat (3/7/2026) pukul 11.50 WIB, dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak. Selain itu, isu mengenai perluasan jarak rekomendasi aman menjadi 5 kilometer juga diklarifikasi sebagai informasi yang tidak benar. Rekomendasi resmi untuk status Level III Siaga tetap berada pada radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Rekomendasi Keamanan Tetap Berlaku
Badan Geologi menegaskan bahwa masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan dilarang mendekati zona bahaya radius 3 kilometer untuk menghindari ancaman lontaran batu pijar, lava, awan panas, hingga hujan abu lebat. Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu menyesatkan yang mengaitkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan potensi tsunami. “Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat,” ujar Lana.
Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Keberadaan informasi palsu seperti video hoaks ini dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di masyarakat, sehingga penting untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi.


















