Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memastikan tambahan likuiditas yang berasal dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembiayaan sektor-sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut disampaikan menyusul kebijakan pemerintah memperpanjang penempatan dana SAL di perbankan hingga akhir Desember 2026. Langkah ini diharapkan mampu menjaga likuiditas industri perbankan sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi sektor riil yang menjadi penggerak perekonomian nasional.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan akan mengelola tambahan likuiditas tersebut secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik dalam setiap penyaluran kredit.
“Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” kata Hery dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Menurut Hery, pembiayaan dari tambahan likuiditas tersebut akan diarahkan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, termasuk UMKM yang selama ini menjadi fokus utama BRI. Penyaluran kredit akan mempertimbangkan kualitas pembiayaan serta kebutuhan riil pelaku usaha agar tetap menjaga kesehatan portofolio kredit perseroan.
Ia menilai, tambahan likuiditas tersebut juga berpotensi memperkuat kapasitas intermediasi perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, seiring meningkatnya permintaan pembiayaan yang sehat dan prospek usaha nasabah di berbagai sektor ekonomi.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL,” ujarnya.
BRI mencatat hingga Maret 2026 total pembiayaan secara bank only telah mencapai Rp1.358 triliun. Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan kepada UMKM serta berbagai sektor riil yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.
Ke depan, BRI menegaskan akan terus memperkuat perannya sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dengan meningkatkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian.
Hery menegaskan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” tuturnya.
Selain meningkatkan penyaluran kredit, BRI juga akan memperkuat sisi pendanaan dengan terus menggenjot penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah atau current account saving account (CASA). Strategi tersebut akan didorong melalui penguatan ekosistem digital yang dimiliki perseroan guna menjaga struktur pendanaan tetap sehat.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan memutuskan memperpanjang penempatan dana sebesar Rp281 triliun di industri perbankan hingga akhir Desember 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menjaga likuiditas perbankan di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan dan permintaan kredit dari berbagai sektor ekonomi. Dengan tambahan likuiditas tersebut, BRI memastikan dukungan terhadap pembiayaan sektor produktif akan terus dilakukan secara selektif, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian.
Butuh bantuan terkait layanan QLola BRI? Anda dapat menghubungi Cs Qlola melalui BRI Call Center di 0817717476 untuk mendapatkan Bantuan Qlola BRI secara cepat. Layanan ini dapat digunakan untuk berbagai kendala seperti akun terblokir, lupa password, error login, hingga menu SCM yang tidak muncul.
BRI Call Center melayani 24 jam setiap hari dengan biaya pulsa lokal sesuai operator. Agar lebih cepat terhubung dengan petugas yang memahami layanan QLola, pilih menu “Korporasi / Internet Banking Bisnis” saat menghubungi call center. (*ADS By RB)






















