Headline.co.id, Jakarta ~ Lionel Messi tidak masuk dalam starting XI saat laga Argentina vs Yordania pada matchday ketiga Grup J Piala Dunia 2026, Minggu (28/6). Keputusan pelatih Lionel Scaloni itu menjadi sorotan karena sang kapten tampil tajam dengan mencetak lima gol dalam dua pertandingan sebelumnya. Meski demikian, Lionel Messi tetap masuk dalam daftar pemain dan memulai pertandingan dari bangku cadangan sebagai bagian dari rotasi skuad menjelang fase gugur.
Pada pertandingan Argentina vs Yordania, Scaloni memilih menurunkan komposisi berbeda dengan formasi 4-4-2 yang mengandalkan duet Lautaro Martinez dan Julian Alvarez di lini depan. Rotasi tersebut dilakukan ketika Argentina telah memastikan diri sebagai juara Grup J sehingga hasil pertandingan tidak lagi memengaruhi posisi mereka di klasemen.
Keputusan mencadangkan Lionel Messi juga diikuti dengan absennya beberapa pemain inti lain dari susunan starter. Lisandro Martinez, Cristian Romero, Alexis Mac Allister, hingga sejumlah pemain reguler lainnya disimpan, sementara sejumlah pemain pelapis mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama sebagai bagian dari evaluasi tim sebelum menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar.
Scaloni Jelaskan Alasan Rotasi Pemain
Jelang pertandingan, Lionel Scaloni telah mengungkapkan bahwa Lionel Messi memang akan memulai laga dari bangku cadangan. Selain itu, ia juga memberi kesempatan kepada pemain-pemain yang selama dua pertandingan sebelumnya belum memperoleh menit bermain.
“Mereka bagian dari skuad, bagian dari proses yang telah kami kerjakan. Mereka adalah yang pertama berlatih keesokan harinya (saat tidak main). Sebagai pelatih, begitu ada kesempatan untuk memberi mereka waktu bermain, saya akan memberikannya,” kata Scaloni dikutip TyC Sports.
Pelatih Argentina itu menilai seluruh pemain berhak memperoleh kesempatan bermain, terutama setelah timnya memastikan lolos ke fase gugur sebagai juara Grup J.
Scaloni juga mengakui bahwa memasang dua penyerang murni sekaligus bukan merupakan pilihan yang biasa ia gunakan. Namun, situasi pertandingan melawan Yordania menjadi momentum untuk mencoba alternatif strategi.
Menurut Scaloni, duet Julian Alvarez dan Lautaro Martinez dipasang bukan karena menjadi formula utama timnya, melainkan untuk melihat efektivitas kombinasi dua penyerang nomor sembilan dalam pertandingan yang tidak lagi menentukan posisi Argentina di klasemen.
Nico Paz dan Giuliano Simeone Dapat Kesempatan
Rotasi yang dilakukan Scaloni menghadirkan sejumlah nama baru di starting XI Argentina. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Nico Paz yang dipercaya tampil sejak awal setelah menunjukkan performa impresif bersama Como sepanjang musim 2025/2026.
Paz mengisi lini tengah bersama Leandro Paredes, Exequiel Palacios, dan Giovani Lo Celso.
Selain itu, Giuliano Simeone juga memperoleh kesempatan tampil sebagai starter. Putra pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tersebut dimainkan di posisi bek sayap dalam susunan pemain yang cukup berbeda dibanding dua pertandingan sebelumnya.
Sementara itu, Emiliano Martinez tetap dipercaya mengawal gawang Argentina. Penjaga gawang Aston Villa tersebut terus memperoleh menit bermain untuk memulihkan kondisi kebugarannya setelah mengalami patah tulang jari manis tangan kanan.
Adapun susunan pemain Argentina saat menghadapi Yordania terdiri atas Emiliano Martinez; Giuliano Simeone, Nicolas Otamendi, Marcos Senesi, Nicolas Tagliafico; Giovani Lo Celso, Exequiel Palacios, Leandro Paredes, Nico Paz; Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez.
Lionel Messi Masuk Babak Kedua
Meski tidak menjadi starter, Lionel Messi akhirnya tetap diturunkan Lionel Scaloni pada babak kedua. Kapten Albiceleste tersebut masuk pada menit ke-60 menggantikan Lautaro Martinez untuk menambah intensitas serangan Argentina.
Masuknya Messi sekaligus menegaskan bahwa keputusan Scaloni lebih berorientasi pada manajemen kebugaran pemain dibanding persoalan performa. Dengan Argentina telah mengunci status juara Grup J, rotasi dinilai menjadi langkah strategis guna menjaga kondisi skuad menghadapi babak 32 besar.
Yordania Jalani Debut Bersejarah di Piala Dunia
Di sisi lain, laga melawan Argentina menjadi bagian dari perjalanan bersejarah Timnas Yordania yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia setelah menanti lebih dari lima dekade.
Skuad asuhan Jamal Sellami lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup B putaran ketiga Kualifikasi Asia dengan koleksi 16 poin dari 10 pertandingan, mendampingi Korea Selatan.
Namun, perjalanan Al-Nashama di Grup J tidak berjalan mudah. Sebelum menghadapi Argentina, Yordania telah menelan kekalahan 1-3 dari Austria dan kalah tipis 1-2 dari Aljazair sehingga berada di dasar klasemen grup.
Terlepas dari hasil yang diperoleh, keikutsertaan Yordania di Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Saat ini, Al-Nashama menempati peringkat ke-63 ranking FIFA setelah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk menjadi finalis Piala Asia dan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.




















