Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa startup digital tetap menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, dalam diskusi Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Sonny menekankan pentingnya startup dalam menciptakan lapangan kerja dan memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
Sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional selama satu dekade terakhir. Menurut Sonny, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS dan terus tumbuh positif. Namun, tantangan besar masih ada, terutama karena sebagian besar nilai ekonomi digital belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri. “Sekitar 73 hingga 80 persen nilai ekonomi digital masih mengalir keluar Indonesia,” ujarnya.
Tantangan Tata Kelola dan Investasi
Sonny mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar dengan bonus demografi dan dominasi generasi muda yang melek teknologi, tantangan tata kelola perusahaan dan akuntabilitas tetap menjadi hambatan. Banyak startup menghadapi kesulitan dalam tata kelola ketika mendapatkan investasi besar pada usia perusahaan yang masih muda. “Keberhasilan startup tidak cukup hanya diukur dari kecepatan pertumbuhan dan besarnya pendanaan,” tambahnya.
Kolaborasi untuk Pengembangan Ekosistem
Kemkomdigi mendorong kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas inovasi untuk memperkuat ekosistem startup. Sonny menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pendiri startup adalah agenda penting. “Pengembangan ekosistem startup tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah,” katanya.
Perubahan Pola Investasi
Sonny juga menyoroti perubahan pola investasi nasional yang semakin mengarah pada sektor padat modal, yang berdampak pada penurunan kemampuan investasi dalam menciptakan lapangan kerja. Data menunjukkan bahwa investasi sebesar Rp1 triliun pada 2013 mampu menciptakan sekitar 4.500 lapangan kerja, namun pada tahun lalu hanya menghasilkan sekitar 1.400 lapangan kerja. Meski demikian, sektor digital dinilai memiliki dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan jumlah tenaga kerja langsung yang diserap.
Startup diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tekanan ketenagakerjaan seiring meningkatnya jumlah penduduk usia produktif. Penguatan ekosistem startup nasional sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam mendorong transformasi digital dan memperkuat kewirausahaan berbasis inovasi. Pemerintah berharap startup nasional dapat tumbuh menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.






















