Headline.co.id, Parigi Moutong ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa bantuan logistik dasar menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada Sabtu (20/6) malam menyebabkan luapan sungai yang berdampak pada enam desa di empat kecamatan, yaitu Parigi, Parigi Selatan, Parigi Barat, dan Balinggi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa kebutuhan mendesak meliputi bahan pangan, beras, selimut, serta matras untuk mendukung warga selama masa tanggap darurat.
Menurut laporan Pusdalops BNPB, banjir ini berdampak pada 146 kepala keluarga (KK), dengan 32 KK di antaranya sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, banjir juga merendam 166 rumah, dengan dua unit mengalami kerusakan ringan. Kerugian lainnya termasuk tiga jembatan rusak berat, satu saluran air jebol, serta 70 hektare lahan persawahan dan dua hektare perkebunan warga yang terendam air.
Dampak Banjir di Parigi Moutong
Banjir yang melanda Parigi Moutong telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian. Abdul Muhari menjelaskan bahwa selain rumah warga, tiga jembatan mengalami kerusakan berat, dan satu saluran air jebol. “Kerugian materiil ini sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari warga,” ujar Abdul pada Senin (22/6/2026).
Tanggapan dan Bantuan BNPB
BNPB terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan logistik segera disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga selama masa tanggap darurat. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar warga,” tambah Abdul.
Banjir ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan bencana yang cepat dan tepat. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko lebih lanjut.






















