Headline.co.id, Blora ~ Siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Cepu telah memproduksi video dokumenter di kompleks Makam Sunan Pojok Blora pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah dan mengenalkan kembali tokoh penting bagi masyarakat Blora.
Teguh Rudianto, pembimbing siswa PKL, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis siswa dalam produksi visual, tetapi juga menjalankan misi literasi budaya. “Melalui proyek pembuatan video ini, para siswa PKL tidak hanya mengasah keterampilan teknis produksi visual, tetapi juga menjalankan misi literasi budaya,” ujar Teguh Rudianto.
Para siswa mengumpulkan data sejarah, menyusun naskah, dan merekam visual di area makam yang terletak di sebelah selatan Alun-alun Blora. Hasil rekaman dan naskah tersebut akan dirangkum menjadi dokumen arsip digital yang dapat diakses publik untuk memperkaya konten edukasi sejarah lokal.
Peran Sunan Pojok dalam Sejarah Blora
Sunan Pojok, yang memiliki nama asli Pangeran Surobahu Abdul Rohim (Syech Abdurrochim), dikenal sebagai Panglima Perang Mataram dan perwira tinggi Kerajaan Mataram Islam pada masa pemerintahan Kanjeng Sultan Agung Hanyakrakusuma. Beliau berjasa dalam memadamkan kerusuhan dan menyatukan wilayah pesisir utara Jawa, mulai dari Pati hingga Tuban. Setelah kembali dari Tuban, Sunan Pojok jatuh sakit dan wafat di Desa Pojok. Atas jasa-jasanya, putranya, Jaya Dipa (RM Sumodito), diangkat menjadi Bupati Blora pertama.
Inisiatif Pelestarian Sejarah Lokal
Melalui inisiatif video dokumenter ini, diharapkan generasi muda dapat lebih menghargai sejarah lokal dan meneladani kegigihan Sunan Pojok dalam menjaga persatuan serta menyebarkan kebaikan di Kabupaten Blora. Angga, Widah, dan Binta, siswa PKL SMK N 1 Cepu, merasa senang dapat mengunjungi makam Sunan Pojok. “Sungguh PKL kami terasa berbeda, saya baru pertama kali, tadi sempat juga berdoa di depan makam Sunan Pojok,” kata Angga.
Pemerintah Kabupaten Blora terus memberikan perhatian penuh terhadap penataan fasilitas dan aksesibilitas di kawasan ini. Selain menjadi wadah pelestarian budaya spiritual, ramainya kunjungan wisata religi ini terbukti membawa berkah ekonomi bagi masyarakat. Ratusan pedagang kaki lima, penyedia suvenir, hingga pelaku UMKM lokal meraup omzet besar setiap kali acara keagamaan digelar di sekitar makam. (MC Kab. Blora/Teguh-Binta/Eyv).























