Headline.co.id, Jakarta ~ Timnas Iran kembali menyuarakan keberatannya terkait perlakuan yang mereka terima selama mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Keluhan tersebut mencuat menjelang pertandingan kedua Grup 7 melawan Belgia pada Minggu malam, setelah sebelumnya Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka.
Persoalan bermula dari kendala administrasi yang membuat sebagian rombongan tim tidak dapat memasuki Amerika Serikat sesuai jadwal. Akibatnya, skuad Iran harus menginap di Tijuana, Meksiko, dan hanya mendapatkan waktu terbatas untuk mempersiapkan pertandingan di wilayah Amerika Serikat.
Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya telah menyampaikan protes resmi terkait situasi tersebut. Federasi menilai tim nasional hanya diizinkan masuk ke Amerika Serikat satu hari sebelum pertandingan, bukan dua hari sebagaimana yang mereka harapkan.
Keluhan Federasi Sepak Bola Iran Soal Visa dan Akses Masuk
Sejak dimulainya turnamen, tim nasional Iran menginap di Tijuana setelah sekitar 12 anggota staf teknis dan administrasi tidak memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.
Kondisi tersebut memengaruhi agenda persiapan tim selama turnamen berlangsung. Federasi Sepak Bola Iran pun mengajukan protes resmi atas situasi yang mereka anggap tidak sesuai dengan standar yang seharusnya diterapkan dalam ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hidayat Mambini, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi yang dialami timnya.
“Ini benar-benar merupakan pelanggaran terhadap semangat olahraga, dan tidak menghormati aturan serta standar FIFA,” kata Mambini pada Jumat.
Amir Qalinoi Sebut Persiapan Timnas Iran Terganggu
Menjelang pertandingan melawan Belgia di Los Angeles, Pelatih Timnas Iran Amir Qalinoi turut menyampaikan kekecewaannya dalam konferensi pers prapertandingan.
Menurut Qalinoi, keterbatasan waktu yang diberikan kepada tim untuk berada di Amerika Serikat berdampak langsung pada persiapan teknis menjelang pertandingan.
“Kami membutuhkan 24 jam di Amerika Serikat untuk mempersiapkan pertandingan kami, tetapi mereka hanya memberi kami 16 jam, dan kami tidak dapat menyelesaikan latihan kami. Hal ini membuat segalanya menjadi lebih sulit bagi kami,” ujar Qalinoi.
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta Piala Dunia 2026 seharusnya memperoleh perlakuan yang sama tanpa perbedaan.
“Semua tim harus dihormati dengan cara yang sama. Hal ini merusak semangat sepak bola, dan itu tidak dapat diterima dalam ajang Piala Dunia. Ini memengaruhi kami secara mental. Saya tahu FIFA sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi itu tidak berarti mereka berhasil,” lanjutnya.
Iran Dapat Kepastian Lebih Baik untuk Laga Kontra Mesir
Di tengah kritik yang disampaikan, Qalinoi mengungkapkan adanya perkembangan positif terkait pertandingan ketiga fase grup melawan Mesir yang dijadwalkan berlangsung di Seattle, Amerika Serikat.
Menurutnya, rombongan tim Iran akan memperoleh kesempatan untuk tiba lebih awal dibandingkan situasi yang mereka alami menjelang pertandingan sebelumnya.
Meski demikian, pelatih Iran tersebut mempertanyakan mengapa perlakuan serupa tidak diterapkan sejak awal turnamen.
“Tapi mengapa tidak di sini? Ini merupakan ketidakadilan terhadap Iran, dan kami berharap masalah-masalah ini segera berakhir,” kata Qalinoi.
Ia juga mengaku menyesalkan tidak adanya dukungan dari pelatih tim lain terkait persoalan yang sedang dihadapi Iran selama keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026.
Timnas Iran kini bersiap menghadapi Belgia dalam pertandingan kedua Grup 7 dengan harapan dapat meraih hasil positif di tengah polemik yang menyelimuti persiapan mereka selama turnamen berlangsung.





















