Headline.co.id, Jakarta ~ Komisi XIII DPR RI telah menyetujui permohonan naturalisasi untuk dua pesepak bola asing, Luke Vickery dan Mitchell Baker, dalam rapat kerja bersama Kementerian Hukum, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Keputusan ini merupakan langkah penting dalam proses naturalisasi kedua pemain yang diharapkan dapat memperkuat Tim Nasional Indonesia di berbagai kompetisi internasional mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Komisi XIII DPR RI. Menurut Erick, naturalisasi adalah salah satu strategi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. “Komisi XIII memang selama ini sudah membantu kami di Kemenpora, Kementerian Hukum, dan cabang olahraga lainnya, di mana sesuai RPJMN Bapak Presiden bahwa kita punya target-target di SEA Games, Asian Games, Olimpiade bahkan juga Piala Dunia,” ujar Erick dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (19/6/2026).
Menpora menegaskan bahwa naturalisasi bukan hanya untuk menambah kekuatan tim nasional, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah dan DPR RI dalam membuka jalan prestasi bagi Indonesia di panggung olahraga dunia. “Ini juga bagian komitmen pemerintah dan DPR RI untuk membuka jalan prestasi anak bangsa. Prestasi para atlet yang sudah mengibarkan bendera Merah Putih dan juga mencerminkan kedigdayaan olahraga Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, kita terus dorong peningkatan olahraga dan merangkul semua pihak yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Erick menjelaskan bahwa globalisasi dalam dunia olahraga adalah realitas yang tidak dapat dihindari. Banyak negara memanfaatkan atlet diaspora atau pemain keturunan sebagai bagian dari strategi memperkuat tim nasional mereka. Menurutnya, Indonesia juga perlu mengambil langkah serupa secara terukur dan profesional agar mampu bersaing dengan negara-negara lain yang telah lebih dahulu menerapkan kebijakan tersebut.
Sebagai contoh, Menpora menyinggung keberhasilan Jepang yang diperkuat kiper berdarah campuran Jepang-Ghana, Zion Suzuki, yang kini menjadi bagian dari skuad nasional Jepang di ajang Piala Dunia 2026. “Fenomena globalisasi olahraga tidak bisa dihindari. Karena itu naturalisasi menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan untuk memperkuat prestasi olahraga nasional,” ujarnya.
Erick Thohir menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi yang dilakukan Indonesia mengacu pada praktik yang lazim diterapkan berbagai negara dalam membangun prestasi olahraga. Karena itu, pemerintah terbuka terhadap usulan naturalisasi atlet dari berbagai cabang olahraga, tidak hanya sepak bola.
Tidak Abaikan Pembinaan Atlet Lokal
Meski membuka peluang bagi atlet diaspora dan keturunan Indonesia di luar negeri, Menpora menekankan bahwa kebijakan naturalisasi tidak akan menggeser fokus utama pemerintah dalam membangun sistem pembinaan atlet dari tingkat akar rumput. Menurutnya, pembangunan olahraga nasional tetap harus bertumpu pada pembinaan berjenjang, mulai dari sekolah, klub, akademi olahraga, hingga kompetisi nasional yang berkelanjutan. “Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput atau grassroots,” tegas Menpora Erick.
Ia menambahkan bahwa sejumlah atlet diaspora yang telah bergabung dengan Indonesia sebelumnya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap prestasi nasional. Salah satunya adalah atlet ski air Masniari Wolf yang sukses mempersembahkan tiga medali emas SEA Games untuk Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025. Selain itu, terdapat perenang Felix Viktor Iberle yang memiliki darah Indonesia-Jerman dan berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di berbagai kejuaraan.
Menpora juga menyoroti atlet skateboard muda Ni Wayan Malana Fairbrother yang memiliki keturunan Indonesia, Inggris, dan Australia. Pada usia yang masih sangat muda, atlet tersebut telah menunjukkan potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa di level internasional.
Pemerintah berharap proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker dapat memperkuat skuad tim sepak bola nasional dalam mencapai target prestasi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), termasuk pada ajang SEA Games, Asian Games, Olimpiade, hingga Piala Dunia. Dukungan DPR RI terhadap proses naturalisasi tersebut juga menunjukkan adanya sinergi pemerintah, parlemen, dan federasi olahraga dalam membangun kekuatan olahraga nasional yang lebih kompetitif.
Dengan kombinasi pembinaan atlet lokal yang berkelanjutan dan pemanfaatan potensi diaspora Indonesia di luar negeri, pemerintah optimistis prestasi olahraga nasional dapat terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global. Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya memperkuat tim nasional sekaligus mewujudkan target Indonesia untuk tampil lebih kompetitif di berbagai ajang olahraga internasional pada masa mendatang.
Berita Terkait Jakarta
- Istana Kepresidenan Terbuka untuk Kunjungan Edukatif Anak Sekolah
- Polri: Hari Kedelapan Operasi Ketupat 2026, Arus Mudik Meningkat, Keamanan Tetap Terjaga
- Menpora Erick Thohir Dorong Atlet Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
- Kemkomdigi Bagikan 8.000 Akun Canva Pro Gratis untuk Dorong Ekonomi Kreatif
- Timnas Voli Putra Indonesia Raih Perak Usai Kalah dari Thailand di Final SEA Games




















