Highlight Berita Pertandingan Babab Pertama Inggris vs Kroasia Piala Dunia 2026:
Headline.co.id, Jakarta ~ Harry Kane kembali membuktikan perannya sebagai pemain kunci Timnas Inggris saat menghadapi Kroasia pada laga Grup L Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Striker sekaligus kapten Three Lions itu mencetak dua gol yang sempat membawa Inggris unggul. Namun, Kroasia menunjukkan mental baja dengan dua kali menyamakan kedudukan sehingga pertandingan berakhir imbang 2-2 pada babak pertama.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Harry Kane menjadi pembeda bagi Inggris melalui kontribusi langsungnya di lini depan. Meski demikian, pengalaman dan ketenangan Kroasia membuat tim asuhan Zlatko Dalic mampu merespons setiap tekanan yang diberikan Inggris sepanjang 45 menit pertama.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia 2026 karena menyajikan permainan terbuka, intensitas tinggi, serta empat gol yang tercipta sebelum turun minum.
Harry Kane Kembali Jadi Andalan Inggris
Inggris memulai pertandingan dengan penuh percaya diri. Tim asuhan Thomas Tuchel langsung mengambil inisiatif serangan dan berusaha mengendalikan jalannya laga melalui dominasi penguasaan bola.
Keunggulan pertama Inggris datang pada menit ke-12 setelah Noni Madueke dijatuhkan Luka Modric di dalam kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan memberikan kesempatan kepada Harry Kane untuk menjadi eksekutor.
Kane sempat gagal pada percobaan pertama. Namun setelah wasit memerintahkan pengulangan tendangan, penyerang berusia 32 tahun itu sukses menaklukkan Dominik Livakovic dan membawa Inggris unggul 1-0.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Three Lions yang terus menekan pertahanan Kroasia melalui kombinasi permainan cepat dari lini tengah dan sayap.
Kroasia Tunjukkan Mental Baja
Tertinggal lebih dulu tidak membuat Kroasia kehilangan arah permainan. Tim berjuluk Vatreni itu justru menunjukkan karakter kuat yang selama ini menjadi ciri khas mereka di turnamen besar.
Respons cepat diberikan pada menit ke-26. Berawal dari serangan di sisi kanan, Petar Sucic mengirimkan umpan tarik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Martin Baturina.
Tembakan keras Baturina mengarah ke pojok kiri gawang dan membuat Jordan Pickford tidak mampu melakukan penyelamatan. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Kroasia tetap berbahaya meski tidak mendominasi penguasaan bola. Efektivitas serangan balik dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang kembali menjadi senjata utama mereka.
Kane Cetak Gol Kedua, Inggris Kembali Memimpin
Setelah skor kembali imbang, Inggris terus berupaya mengambil kendali pertandingan. Peluang demi peluang tercipta melalui pergerakan Noni Madueke, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-42. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Declan Rice, Harry Kane muncul dari lini kedua dan menyundul bola ke gawang Kroasia.
Gol kedua Kane membuat Inggris kembali memimpin dengan skor 2-1. Bagi Kane, gol tersebut semakin menegaskan statusnya sebagai ujung tombak utama yang diandalkan Inggris dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.
Petar Musa Selamatkan Kroasia
Ketika Inggris tampak akan menutup babak pertama dengan keunggulan, Kroasia kembali memperlihatkan ketangguhan mental mereka.
Pada masa injury time, Ivan Perisic berhasil lolos dan mengalirkan bola kepada Petar Musa yang berada tanpa pengawalan di dalam kotak penalti.
Musa dengan tenang melepaskan penyelesaian akhir yang mengarah ke gawang Inggris dan mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut memastikan Kroasia mampu membalas dua kali ketertinggalan dalam satu babak, sekaligus menjaga peluang mereka untuk meraih hasil positif pada pertandingan pembuka Grup L.
Pengalaman Kroasia Jadi Modal Berharga
Hasil imbang sementara ini memperlihatkan mengapa Kroasia tetap menjadi salah satu tim yang disegani di pentas dunia. Meski tidak seagresif Inggris dalam membangun serangan, mereka mampu memanfaatkan peluang yang dimiliki dengan sangat efektif.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Luka Modric dan Ivan Perisic memberikan ketenangan saat tim berada dalam tekanan. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan Kroasia mampu bertahan di level tertinggi sepak bola dunia dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir.
Di sisi lain, Inggris mendapatkan sinyal positif dari performa Harry Kane yang tampil tajam. Namun, lini pertahanan Three Lions masih harus bekerja lebih baik setelah dua kali gagal mempertahankan keunggulan.
Dengan skor sementara 2-2, peluang kedua tim untuk meraih kemenangan masih terbuka lebar. Babak kedua diprediksi berlangsung semakin menarik karena Inggris akan berusaha memaksimalkan dominasi permainan, sementara Kroasia siap mengandalkan pengalaman dan efektivitas serangan balik untuk mencuri kemenangan di Piala Dunia 2026.





















