Headline.co.id, Surabaya ~ Kota Pasuruan kini resmi menjadi kekuatan baru dalam pengembangan olahraga modern pentathlon di Jawa Timur. Kota ini bergabung sebagai Pengurus Kota (Pengkot) ke-19 Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur. Kehadiran kepengurusan baru ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet dan memperluas pengembangan cabang olahraga modern pentathlon di berbagai daerah.
Ketua Umum Pengkot MPI Kota Pasuruan, Dwi Iriati, dalam keterangan tertulis pada Sabtu (13/6/2026) menyatakan bahwa meskipun modern pentathlon masih tergolong baru di Kota Pasuruan, pihaknya optimistis dapat mencetak atlet berprestasi. Bahkan, Pengkot MPI Kota Pasuruan langsung menargetkan perolehan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang. “Kami yakin dengan pembinaan yang tepat, kami bisa mencapai target tersebut,” ujarnya.
Dwi menjelaskan bahwa modern pentathlon memberikan peluang bagi atlet dari berbagai cabang olahraga untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam olahraga yang memadukan beberapa disiplin tersebut. Selain menjadi wadah untuk meraih prestasi, modern pentathlon juga membuka peluang bagi atlet untuk mendapatkan manfaat di bidang pendidikan melalui jalur prestasi. “Ini adalah kesempatan besar bagi para atlet untuk berkembang,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pengkot MPI Kota Pasuruan akan fokus pada pembinaan dan penjaringan atlet untuk menghadapi Porprov Jawa Timur. “Kami akan mempersiapkan atlet sebaik mungkin untuk kompetisi tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov MPI Jawa Timur, Dwi Kistiono, menyambut baik bergabungnya Kota Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan modern pentathlon di Jawa Timur. Menurutnya, bertambahnya jumlah pengurus kabupaten dan kota akan memperkuat proses pencarian bibit atlet dan mempercepat pemerataan pembinaan olahraga modern pentathlon di daerah. “Ini adalah langkah penting untuk pengembangan olahraga ini di Jawa Timur,” ujarnya.
Dwi menambahkan bahwa pengembangan organisasi merupakan strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Semakin banyak daerah yang bergabung, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Kami berharap ini akan membawa dampak positif bagi olahraga di Indonesia,” katanya. (MC Prov Jatim /hjr)























