Headline.co.id, Sleman ~ Penemuan mayat bantaran Kali Opak Berbah menggegerkan warga Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis (11/6/2026) pagi. Korban diketahui merupakan seorang perempuan lanjut usia berinisial P (65), warga Dusun Salakan, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman. Jenazah ditemukan tersangkut di bebatuan bantaran sungai sekitar pukul 08.00 WIB sebelum akhirnya berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang.
Dalam kasus penemuan mayat bantaran Kali Opak Berbah tersebut, polisi menerima laporan dari warga yang hendak menuju sungai dan mendapati sesosok perempuan dalam kondisi tidak bernyawa. Petugas Polsek Berbah bersama tim medis dan Inafis Polresta Sleman kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta proses identifikasi terhadap korban.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban diduga terpeleset ke area sungai pada malam sebelumnya akibat kondisi gelap dan arus Kali Opak yang cukup deras. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban dalam peristiwa penemuan mayat bantaran Kali Opak Berbah tersebut.
Warga Temukan Jenazah Tersangkut di Bebatuan Kali Opak
Data yang disampaikan Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., kepada Headline.co.id menyebutkan, Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho, S.H., M.H. menerima laporan adanya temuan mayat perempuan di wilayah Karangwetan RT 06 RW 31, Tegaltirto.
Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang warga yang hendak menuju sungai melihat sesosok perempuan tersangkut di bebatuan bantaran Kali Opak. Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada warga lain dan Ketua RT setempat untuk memastikan kondisi korban.
Setelah dipastikan telah meninggal dunia, warga bersama-sama mengevakuasi jenazah sebelum melaporkan kejadian itu kepada Polsek Berbah.
“Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan tim medis dan Inafis Polresta Sleman,” demikian keterangan yang disampaikan IPTU Argo Anggoro berdasarkan laporan penanganan di lapangan.
Korban Sempat Belum Diketahui Identitasnya
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 65 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan stagen atau kemben berwarna hitam, memakai anting-anting di kedua telinga, serta menggenggam sejumlah uang di tangannya.
Sekitar pukul 09.40 WIB, tim medis dari Puskesmas Berbah yang dipimpin dr. Evi Diana melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
Tim medis kemudian menyatakan korban telah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses identifikasi.
RS Bhayangkara Berhasil Identifikasi Korban
Upaya identifikasi akhirnya membuahkan hasil. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan RS Bhayangkara Polda DIY, pada pukul 12.30 WIB identitas korban berhasil diketahui.
Korban merupakan P (65), warga Dusun Salakan, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum, serta menghendaki dilakukan visum,” ujar IPTU Argo Anggoro kepada Headline.co.id.
Polisi Duga Korban Terpeleset ke Sungai
Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan di lapangan, diketahui bahwa pada malam sebelum kejadian korban sempat berada di sekitar lokasi penemuan.
Sejumlah warga diketahui pernah menanyakan alamat rumah korban. Saat itu, korban mengaku berasal dari wilayah Salakan. Warga bahkan sempat menawarkan bantuan untuk mengantarkannya pulang.
Namun, korban menolak bantuan tersebut.
“Dari hasil pengumpulan keterangan, polisi menduga korban turun ke area sungai dan terpeleset akibat kondisi yang gelap serta arus sungai yang cukup deras, sehingga hanyut dan akhirnya meninggal dunia,” kata IPTU Argo Anggoro.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Polisi Imbau Warga Tingkatkan Pengawasan terhadap Lansia
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap anggota keluarga lanjut usia.
Kepolisian mengimbau warga agar tidak membiarkan lansia beraktivitas seorang diri di lokasi yang berpotensi membahayakan, seperti sungai, tebing, maupun area dengan penerangan minim.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau pihak kepolisian apabila menemukan orang yang tersesat, kebingungan, atau membutuhkan bantuan.
Langkah cepat tersebut dinilai penting agar pertolongan dapat segera diberikan dan kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.























