Headline.co.id, Batang ~ Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua sektor utama di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Minggu (7/6/2026). Keberhasilan ini dicapai melalui strategi pengepungan api dari dua arah dengan dukungan sistem estafet air dan penggunaan selang sepanjang 40 roll. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa kondisi cuaca yang mendukung, dengan gerimis sejak subuh hingga siang, turut membantu menekan penyebaran api.
Ferdian menjelaskan bahwa operasi pemadaman dibagi menjadi dua sektor karena masih ada dua area yang mengeluarkan asap. Setiap sektor ditangani oleh tim yang berbeda dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Sektor kiri ditangani oleh empat tim Manggala Agni Daops Siak dan dua tim dari Kota Jambi. Tim ini melakukan penyisiran sepanjang sekat bakar yang telah dibangun dan memperluas pemadaman ke bagian tengah area terbakar dengan sistem estafet air dari embung.
Strategi temu gelang diterapkan dengan mempertemukan jalur pemadaman dari dua arah berbeda sehingga area yang masih berpotensi terbakar dapat dikurung dan dikendalikan. Sementara itu, sektor kanan ditangani oleh satu tim Manggala Agni Daops Siak dan dua tim dari Daops Muara Tebo. Tantangan utama di sektor ini adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi api. Untuk mengatasi hal ini, tim menggunakan sistem estafet air dengan collapsible tank atau tangki air portabel yang terhubung melalui selang sepanjang 40 roll hingga mencapai titik api.
Hasil operasi sepanjang hari menunjukkan perkembangan positif. Dua sektor yang menjadi fokus utama berhasil dituntaskan sehingga tidak lagi menjadi sumber penyebaran api. Meski demikian, tim gabungan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti banyaknya batang kayu tumbang yang menghalangi akses personel menuju titik api serta distribusi logistik dan peralatan.
Untuk mendukung kelancaran operasi, satu unit alat berat milik perusahaan dikerahkan ke lokasi. Alat ini digunakan untuk membuka jalur akses sekaligus membuat embung tambahan sebagai sumber air bagi sistem estafet pemadaman. Dengan tuntasnya penanganan pada dua sektor utama, tim gabungan kini memfokuskan operasi pada titik-titik api kecil yang masih tersisa di bagian tengah area terbakar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.





















