Headline.co.id, Lhokseumawe ~ Empat mahasiswa dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berhasil meraih empat medali dalam ajang 3rd Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) 2026 yang diselenggarakan di Surabaya pada Jumat (5/6/2026). Prestasi ini menjadikan mereka sebagai salah satu kontingen terbaik dari Sumatra. Keempat medali tersebut terdiri dari dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu, yang diraih oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Dua medali emas diperoleh oleh Ghina Najwa Ilmi, mahasiswi Program Diploma III Administrasi Bisnis, yang memenangkan cabang Speech kategori Competent, serta Zia Alicia, mahasiswi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik, yang meraih posisi terbaik pada cabang Storytelling kategori Novice. Sementara itu, Muhammad Zuhdan Ansharulhaq, mahasiswa Diploma III Teknologi Pengolahan Minyak dan Gas, menyumbangkan medali perak melalui cabang Pitching kategori Novice. Medali perunggu diraih oleh Shafa Naya Naysylla, mahasiswi Sarjana Terapan Manajemen Keuangan Sektor Publik, pada cabang Biz-Tech Educating Talk kategori Competent.
Kompetisi yang berlangsung di Politeknik Pelayaran Surabaya pada 3–5 Juni 2026 ini diikuti oleh sekitar 600 peserta dari berbagai politeknik negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Sebelum mencapai babak final nasional, para peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi daring yang diadakan pada bulan Mei lalu.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, ST., MT, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para mahasiswa yang telah mengharumkan nama kampus dan Aceh di tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa PNL mampu bersaing secara kompetitif tidak hanya dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga dalam kemampuan komunikasi global yang kini menjadi kebutuhan utama dunia kerja. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PNL memiliki kemampuan yang lengkap, mulai dari kompetensi teknis, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, hingga kepercayaan diri untuk tampil dan berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan, dukungan institusi, serta kerja keras mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang sangat kompetitif. Dosen pembina delegasi PNL, Marlina, S.Ag., M.Ped.Work, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Para mahasiswa menjalani berbagai tahapan persiapan, mulai dari seleksi internal, pelatihan intensif Bahasa Inggris, hingga simulasi lomba yang dilakukan secara rutin.
Menurut Marlina, IPEC merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai politeknik di Indonesia, sehingga setiap peserta dituntut memiliki kemampuan komunikasi, penguasaan materi, dan teknik presentasi yang mumpuni. “Mahasiswa PNL mampu menunjukkan performa yang sangat baik. Mereka tampil percaya diri, mampu menyampaikan ide secara sistematis, dan berkomunikasi secara efektif di hadapan dewan juri,” katanya.























