Headline.co.id, Jakarta ~ Sarwendah akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral Sarwendah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya pada Jumat (5/6), mantan personel Cherrybelle tersebut menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat potongan video yang beredar luas. Dalam pernyataannya, Sarwendah mengakui ucapannya dalam video tersebut tidak mencerminkan sikap yang baik dan rendah hati serta meminta ruang untuk menyelesaikan persoalan pribadinya secara kekeluargaan.
Mengawali pernyataannya, Sarwendah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap dirinya di tengah polemik yang berkembang.
“Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial,” kata Sarwendah.
Meski tidak menjelaskan secara rinci video yang dimaksud, Sarwendah mengakui bahwa perkataannya dalam rekaman yang beredar tidak seharusnya disampaikan di ruang publik.
“Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Sarwendah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terdampak.
“Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sarwendah juga menyampaikan permintaan maaf kepada kedua anaknya yang ikut menjadi perhatian publik akibat berkembangnya pemberitaan terkait dirinya.
“Sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan dan masa depan mereka,” ucapnya.
Video Viral Muncul di Tengah Perselisihan dengan Ruben Onsu
Perbincangan mengenai video viral Sarwendah mencuat di tengah perselisihan yang masih berlangsung antara dirinya dan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Salah satu video yang menjadi sorotan publik memperlihatkan Sarwendah saat melakukan siaran langsung bersama kekasihnya, Giorgio Antonio. Dalam tayangan tersebut, ia menanggapi pemberitaan yang diduga berkaitan dengan nafkah yang diberikan Ruben kepada dirinya dan anak-anak mereka.
Selain itu, beredar pula video lain yang memperlihatkan sosok yang disebut-sebut sebagai Sarwendah sedang membicarakan seseorang yang dipanggil dengan sebutan “cong”. Video tersebut memicu beragam spekulasi dari warganet yang mengaitkannya dengan Ruben Onsu.
Namun, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa video yang beredar tidak ditujukan kepada Ruben.
“Saya menonton video itu, memang video itu menurut saya bisa dipahami berbeda-beda, tetapi prinsipnya tidak ditujukan kepada RO (Ruben Onsu),” kata Chris Sam Siwu.
Ia kembali menegaskan tidak ada penyebutan nama Ruben dalam video yang dipersoalkan.
“Saya jamin bahwa itu tidak ditujukan kepada RO karena, di dalam video itu saya lihat tidak ada menyebutkan nama sama sekali,” tegasnya.
Melalui video klarifikasinya, Sarwendah juga menyatakan akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi di ruang publik.
“Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan,” kata Sarwendah.
“Saya percaya setiap orang memiliki penyelesaian yang masing-masing dan saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang,” lanjutnya.
Kuasa Hukum Bantah Sarwendah Halangi Ruben Bertemu Anak
Di tengah polemik yang berkembang, pihak Sarwendah juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak mereka.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa tidak pernah ada upaya dari kliennya untuk menghalangi hubungan Ruben dengan kedua anaknya. Menurutnya, belum terlaksananya pertemuan lebih disebabkan belum adanya mekanisme komunikasi yang jelas antara kedua pihak.
“Kenapa belum diserahkan, ya, karena memang mekanismenya harus diatur dulu dan bukan klien kami tidak pernah menyerahkan,” kata Chris.
“Tetapi kami merasa, kliennya Bang Minola (Ruben Onsu) tidak pernah meminta,” lanjutnya.
Chris juga menilai bahwa satu pesan yang tidak mendapat respons tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bentuk penghalangan.
“Kalau masalah chatting-an satu kali lalu disampaikan chatting-an itu sebagai satu hal akhir dari permintaan dan tidak diserahkan lalu dibilang itu mempersulit, kan, nggak pas,” jelasnya.
Ia menyarankan agar komunikasi dilakukan secara lebih intens antara kedua pihak agar jadwal pertemuan dengan anak-anak dapat diatur dengan baik.
“Kapan pun WA aja ke ibunya, WA anaknya. Kalau WA anaknya tidak dibalas WA ke ibunya, atau dua-duanya di WA. Karena gimana pun, anak ini, kan, enggak bisa berjalan sendiri, harus komunikasi mengenai jadwal dengan orangtuanya yaitu ibunya,” ujar Chris.
Menurut pihak Sarwendah, tudingan bahwa kliennya menghalangi pertemuan Ruben dengan anak-anak tidak tepat jika hanya didasarkan pada satu kali upaya komunikasi.
“Kalau baru satu kali WA lalu tidak direspons, menurut saya enggak begitu,” terang Chris.
Sebagai informasi, Ruben Onsu dan Sarwendah resmi bercerai pada 24 September 2024. Perceraian tersebut diputus oleh Pengadilan Jakarta Selatan secara verstek setelah Sarwendah sebagai tergugat tidak menghadiri panggilan resmi selama proses persidangan berlangsung. Perselisihan pascaperceraian kemudian berkembang, mulai dari persoalan nafkah anak hingga akses pertemuan Ruben dengan kedua anak mereka.








