Headline.co.id, Jakarta ~ Tata cara sholat Idul Adha menjadi informasi yang banyak dicari umat Muslim menjelang Hari Raya Kurban 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Sholat sunnah dua rakaat ini dilaksanakan pada pagi hari di masjid maupun lapangan terbuka sebagai bagian dari syiar Islam dan pembuka rangkaian ibadah kurban. Selain memahami niat dan jumlah takbir tambahan, umat Muslim juga dianjurkan mengetahui amalan sunnah sebelum dan sesudah pelaksanaan sholat agar ibadah berjalan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat. Pelaksanaan sholat Idul Adha yang benar diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat kebersamaan antarsesama Muslim.
Idul Adha identik dengan ibadah kurban dan semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Karena itu, pemahaman mengenai tata cara sholat Idul Adha menjadi penting agar ibadah tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga penuh makna.
Tata Cara Sholat Idul Adha Dua Rakaat
Sholat Idul Adha merupakan sholat sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Sholat ini dilakukan sebanyak dua rakaat tanpa adzan dan iqamah.
Pada pelaksanaannya, jamaah memulai sholat dengan membaca niat sesuai posisi sebagai imam, makmum, maupun sholat sendiri.
Niat untuk imam:
“Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Niat untuk makmum:
“Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Sementara niat sholat sendiri berbunyi:
“Ushallii sunnata ‘iidil adhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Pada rakaat pertama, jamaah melakukan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, kemudian melanjutkan tujuh kali takbir tambahan sambil membaca dzikir di sela-selanya.
Bacaan takbir:
“Allahu Akbar.”
Dzikir di antara takbir:
“Subhaanallaah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar.”
Setelah itu dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah dan disunnahkan membaca Surat Al-A’la atau Surat Qaf sebelum ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
Memasuki rakaat kedua, jamaah kembali membaca lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surat Al-Fatihah. Setelahnya disunnahkan membaca Surat Al-Ghasyiyah, lalu menyempurnakan gerakan sholat hingga tasyahud akhir dan salam.
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu pelaksanaannya dimulai sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit atau ketika matahari telah setinggi tombak sampai sebelum masuk waktu Dzuhur.
Di Indonesia, pelaksanaan sholat Idul Adha umumnya dimulai sekitar pukul 06.30 hingga 08.00 pagi waktu setempat. Sholat Idul Adha dianjurkan dilakukan lebih awal dibandingkan Idul Fitri agar umat Muslim memiliki waktu lebih luas untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Pelaksanaan yang lebih pagi juga dinilai membantu proses distribusi daging kurban kepada masyarakat agar berjalan lebih tertib dan nyaman.
Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha
Selain memahami tata cara sholat Idul Adha, umat Muslim juga dianjurkan menjalankan sejumlah amalan sunnah sebelum berangkat ke lokasi sholat Id.
Salah satu sunnah utama adalah memperbanyak takbir sejak malam 10 Dzulhijjah hingga akhir Hari Tasyrik pada 13 Dzulhijjah setelah sholat Ashar.
Lafadz takbir yang umum dikumandangkan yakni:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.”
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Selain takbir, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak zikir dan mengagungkan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 28:
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
Amalan sunnah lainnya meliputi mandi sebelum sholat Id, mengenakan pakaian terbaik dan wewangian, tidak makan sebelum sholat Idul Adha, berangkat lebih awal ke tempat sholat, berjalan kaki jika memungkinkan, serta melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan:
“Nabi SAW apabila keluar untuk sholat Id, beliau pulang melalui jalan yang berbeda.”
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan mengajak anggota keluarga menghadiri sholat Id agar suasana Hari Raya semakin terasa penuh kebersamaan dan silaturahmi.
Khutbah Idul Adha Jadi Pelengkap Ibadah
Usai melaksanakan sholat Idul Adha, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk mendengarkan khutbah hingga selesai. Khutbah menjadi bagian sunnah yang melengkapi ibadah Hari Raya.
Isi khutbah umumnya memuat pesan tentang ketakwaan, keikhlasan, pentingnya berbagi kepada sesama, hingga kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Khatib biasanya membuka khutbah pertama dengan sembilan kali takbir dan khutbah kedua dengan tujuh kali takbir. Melalui khutbah tersebut, jamaah diharapkan mampu memahami makna pengorbanan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami tata cara sholat Idul Adha secara lengkap, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah Hari Raya dengan lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat Islam.
FAQ Seputar Tata Cara Sholat Idul Adha
1. Kapan waktu pelaksanaan sholat Idul Adha?
Sholat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu pelaksanaannya dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Di Indonesia, umumnya sholat Id dilaksanakan sekitar pukul 06.30 hingga 08.00 pagi sesuai waktu daerah masing-masing.
2. Berapa rakaat sholat Idul Adha?
Sholat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan termasuk sholat sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.
3. Apakah sholat Idul Adha menggunakan adzan dan iqamah?
Tidak. Sholat Idul Adha dilaksanakan tanpa adzan dan iqamah.
4. Berapa jumlah takbir tambahan dalam sholat Idul Adha?
Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram. Sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan setelah berdiri dari sujud.
5. Apa bacaan niat sholat Idul Adha untuk makmum?
Bacaan niat sholat Idul Adha untuk makmum adalah:
“Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
6. Surat apa yang dianjurkan dibaca saat sholat Idul Adha?
Pada rakaat pertama disunnahkan membaca Surat Al-A’la atau Surat Qaf setelah Al-Fatihah. Sedangkan pada rakaat kedua disunnahkan membaca Surat Al-Ghasyiyah.
7. Apa saja amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha?
Beberapa amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha antara lain memperbanyak takbir dan zikir, mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian, tidak makan sebelum sholat, datang lebih awal ke lokasi sholat, berjalan kaki jika memungkinkan, dan melewati jalan berbeda saat berangkat dan pulang.
8. Mengapa umat Muslim dianjurkan tidak makan sebelum sholat Idul Adha?
Pada Hari Raya Idul Adha, umat Muslim disunnahkan menunda makan hingga selesai melaksanakan sholat Id. Setelah itu dianjurkan makan dari daging hewan kurban jika tersedia.
9. Apakah khutbah Idul Adha wajib didengarkan?
Mendengarkan khutbah setelah sholat Idul Adha hukumnya sunnah. Meski demikian, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk menyimak khutbah hingga selesai karena berisi pesan keimanan dan ketakwaan.
10. Apa hikmah dari sholat dan ibadah Idul Adha?
Sholat dan ibadah Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, serta ketakwaan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.























