Headline.co.id, Lumajang ~ Keberhasilan Lintang Radisty masuk ke dalam Tim Nasional Putri Indonesia U-17 tidak hanya berasal dari bakat dan latihan, tetapi juga dukungan keluarga sejak dini. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, saat menerima audiensi Lintang Radisty di Ruang Kerja Wakil Bupati Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026).
Yudha menekankan bahwa prestasi anak sering kali dimulai dari lingkungan keluarga yang memberikan ruang untuk tumbuh, dukungan moral, dan kepercayaan terhadap potensi anak. “Prestasi Lintang tentu tidak datang begitu saja. Ada perjuangan luar biasa dari keluarga yang terus mendukung dan mendampingi. Ini menjadi contoh positif bagi para orang tua untuk selalu mendukung potensi anak-anaknya,” ujarnya.
Menurut Yudha, dukungan orang tua adalah faktor penting dalam membangun kepercayaan diri dan mental anak agar mampu berkembang secara konsisten, terutama dalam bidang yang membutuhkan disiplin tinggi seperti olahraga. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi pertama dalam pembentukan karakter dan prestasi generasi muda. Oleh karena itu, keberhasilan anak tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendampingan orang tua sejak dini.
Yudha juga menilai bahwa banyak potensi anak tidak berkembang optimal bukan karena kurang bakat, tetapi karena minimnya dukungan lingkungan dan ruang untuk bertumbuh. Kisah Lintang menjadi contoh bahwa dukungan keluarga dapat memberikan dampak besar terhadap masa depan anak. Bakat sepak bola Lintang mulai terlihat sejak usia 10 tahun. Melihat potensi tersebut, ayahnya mendorong Lintang bergabung dengan SSB Mojosari untuk mengembangkan kemampuan bermain sepak bola.
Sejak awal, ayah Lintang hampir selalu mendampingi putrinya saat latihan maupun mengikuti pertandingan. Pendampingan tersebut tidak hanya berupa dukungan fasilitas, tetapi juga kehadiran dan semangat yang membangun mental bertanding. Perjalanan ini membawa Lintang berkembang menjadi salah satu pemain muda potensial. Ia kini bergabung bersama Arema FC Women, Malang, dan dipercaya memperkuat Timnas Putri Indonesia U-17.
Lintang juga mengikuti pemusatan latihan Timnas Putri U-17 di Prancis dalam program kerja sama strategis PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) bertajuk Women Empowerment in Sports Collaboration 2026 Fase 2. Yudha berharap kisah Lintang menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa investasi keluarga tidak hanya pada pendidikan formal, tetapi juga pada keberanian mendukung minat dan potensi anak.
Menurut Yudha, generasi muda yang percaya diri dan berprestasi lahir dari lingkungan yang memberikan dukungan, bukan tekanan. “Anak-anak akan berkembang luar biasa kalau mereka merasa dipercaya dan didukung. Tugas orang tua bukan menentukan jalan hidup anak, tetapi membantu mereka menemukan potensi terbaiknya,” tegasnya.
Melalui kisah Lintang Radisty, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembangunan generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga dimulai dari keluarga yang hadir mendampingi tumbuh kembang anak dengan dukungan dan kepercayaan.




















