Headline.co.id, Kementerian Pendidikan Tinggi ~ Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik. Langkah ini dianggap sebagai solusi strategis dalam mengatasi darurat sampah nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang optimal, dimulai dari pemilahan di sumbernya, agar teknologi pengolahan dapat berfungsi lebih efektif dan efisien.
Menteri Brian menjelaskan bahwa setiap jenis sampah memerlukan pendekatan teknologi yang berbeda. Teknologi pirolisis, misalnya, dinilai paling optimal untuk sampah plastik dengan tingkat kemurnian tertentu, sementara jenis teknologi lain lebih sesuai untuk sampah organik dan residu. “Setiap jenis sampah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan teknologi yang tepat,” jelas Menteri Brian pada Rabu (20/5/2026).
Pemerintah juga mendorong pengembangan sistem pengolahan sampah secara desentralisasi di tingkat kawasan dan distrik dengan kapasitas 10 hingga 100 ton per hari. Jakarta dan Bandung direncanakan menjadi proyek percontohan untuk penerapan model ini, dengan fokus pada penguatan sistem pemilahan dan pengolahan sampah berbasis wilayah.
Selain pengembangan teknologi, pemerintah menyiapkan langkah-langkah percepatan dalam regulasi, perizinan, dan standardisasi produk hasil pengolahan sampah, seperti bahan bakar minyak terbarukan, refuse derived fuel (RDF), biomassa, dan biochar. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi.
Dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, pemerintah membahas percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 12 lokasi prioritas serta pengembangan teknologi pirolisis dan bioenergi. “Kami berkomitmen untuk mempercepat implementasi ini demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Menteri Brian.




















