Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pesantren sebagai tempat teraman bagi anak-anak dalam belajar dan berkembang. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun seksual, tidak boleh ditoleransi di lingkungan pesantren. “Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat,” ujar Menteri Agama pada Kamis (14/5/2026).
Menteri Agama menyatakan bahwa masalah kekerasan di lingkungan pendidikan Islam tidak bisa diselesaikan secara parsial karena terkait dengan budaya relasi kuasa yang masih kuat. “Relasi kuasa dalam dunia pendidikan Islam harus diperkecil,” katanya. Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa yang tidak seimbang dapat membuka peluang penyalahgunaan jika tidak disertai dengan pengawasan dan aturan yang jelas.
Oleh karena itu, tata tertib di pesantren perlu mengatur tidak hanya santri, tetapi juga pengelola pondok. “Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok,” tambahnya. Menteri Agama juga menekankan perlunya standar yang tegas terkait tata kelola pesantren dan kapasitas figur kiai agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pendidikan Islam.
Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam perlindungan anak di pesantren serta melakukan mitigasi krisis komunikasi secara bersama-sama.





















