Headline.co.id, Banyuwangi ~ Sebanyak 300 kader posyandu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengikuti Jambore Kader Posyandu yang berlangsung di kawasan wisata Hutan De Djawatan, Kecamatan Cluring, pada Selasa (12/5/2026). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa agar lebih aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa.
Para peserta sebelumnya telah mendapatkan pelatihan melalui program Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya (Puspadaya). Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan, “Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader posyandu yang terus memberikan pelayanan kesehatan pada warga.”
Dalam program Puspadaya, kader dilatih untuk menggunakan aplikasi yang membantu dalam pengumpulan dan pelaporan data ibu hamil dan balita. Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan untuk memahami dan menggunakan data tersebut sebagai dasar penyusunan program gizi di desa masing-masing. Kemampuan ini kemudian diuji dalam Jambore Kader Posyandu melalui berbagai kategori, seperti presentasi, penggunaan aplikasi, konsultasi, interpretasi data, hingga kemampuan bernegosiasi.
Ipuk berharap, “Lewat kegiatan ini, kami berharap kapasitas para kader semakin meningkat. Kualitas dan kuantitas keterlibatan kader perempuan dalam pengambilan keputusan tingkat desa juga semakin meningkat.” Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Poliwangi terkait implementasi program Puspadaya. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sistem integrasi data untuk mendukung kapasitas kader kesehatan dalam pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa.
Program Puspadaya telah berjalan sejak Juni 2025 dan telah melatih 208 kader posyandu di Desa Tampo, Desa Sraten, Desa Sembulung, dan Desa Benculuk melalui 1.134 sesi pendampingan kader. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyebutkan bahwa jumlah kader posyandu di Banyuwangi saat ini mencapai lebih dari 13 ribu orang. “Jambore Kader Posyandu kita laksanakan setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam pelayanan,” tambahnya.




















