Headline.co.id, Tiga Mahasiswa Dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada ~ yaitu Prima Cendekia Nirmala Afiatri, Bangkit Setiyoko, dan Aisyah Bening Azzahra Putri, berhasil meraih Juara 2 dalam Soedirman Event of Animal Husbandry 9.0. Kompetisi ini berlangsung pada 1–2 Mei di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kompetisi tersebut mengusung tema inovasi berkelanjutan generasi muda dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan kemandirian pangan. Setiap tim ditantang untuk menghadirkan solusi inovatif terkait isu ketahanan pangan dan keberlanjutan. Tim dari Fakultas Peternakan UGM berhasil menonjol dengan gagasan pengolahan limbah peternakan berbasis teknologi.
Prima Cendekia menjelaskan bahwa kompetisi dimulai dengan seleksi proposal, di mana peserta harus mengajukan gagasan inovasi sesuai tema. Proposal tersebut dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari dosen, ahli, dan praktisi dari Universitas Jenderal Soedirman. Dari seluruh proposal yang masuk, hanya lima tim terbaik yang lolos ke babak final. “Kurasi dilakukan dengan ketelitian dan objektivitas yang tinggi,” ujarnya di Fakultas Peternakan UGM, Senin (11/5).
Setelah lolos sebagai finalis, peserta diundang ke Universitas Jenderal Soedirman untuk tahap presentasi akhir. Pada sesi ini, setiap tim memaparkan solusi inovatif mereka dan menjawab pertanyaan dewan juri. Presentasi ini penting karena peserta harus membuktikan bahwa inovasi mereka dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Prima mengungkapkan bahwa timnya berfokus pada solusi untuk isu food loss dan food waste dengan pendekatan berbasis teknologi. “Dalam sesi ini, setiap tim harus menunjukkan kemampuan dan keterampilan dalam pemaparan solusi inovatif mereka terkait SDGs dan ketahanan pangan yang efisien, berkelanjutan, serta bermanfaat bagi semua pihak,” terangnya.
Tim Fapet UGM mengembangkan sistem pengolahan whey keju, salah satu limbah peternakan, menjadi bahan edible film. Inovasi ini bertujuan mengurangi food loss dan food waste serta mendukung pengelolaan limbah yang lebih bernilai guna. Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi machine learning yang dapat dipantau secara real time untuk menjaga transparansi data.
Menurut Prima, inovasi ini merupakan penerapan ilmu peternakan yang dipadukan dengan teknologi digital untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. “Kami sangat bersyukur dapat meraih penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras tim, bimbingan dan dukungan dari dosen pembimbing Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM, doa keluarga, serta kontribusi rekan-rekan di Fapet UGM. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus belajar dan berinovasi,” ucapnya.
Prima menilai capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Fapet UGM mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak gagasan kreatif di bidang peternakan dan pangan berkelanjutan. Selain membawa kebanggaan bagi mahasiswa dan fakultas, inovasi yang dikembangkan dinilai memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dalam mendukung pengelolaan limbah peternakan di Indonesia.
Ia menekankan bahwa pengembangan inovasi berbasis teknologi akan terus dibutuhkan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. “Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi di bidang ini, diharapkan akan ada inovasi-inovasi baru yang terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan,” tutupnya.























