Headline.co.id, Jakarta ~ Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan imbauan kepada jamaah calon haji Indonesia agar tidak bepergian sendirian selama berada di Makkah, Arab Saudi. Mereka diminta untuk menerapkan sistem pendamping atau buddy system yang terdiri dari minimal tiga orang. Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo, menyatakan bahwa sistem ini bertujuan untuk menjaga keamanan jamaah dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan baik jamaah maupun petugas di Tanah Suci.
Tulus Widodo menekankan pentingnya disiplin dalam membawa kartu Nusuk saat jamaah beraktivitas di luar hotel. Hal ini sejalan dengan pengetatan aturan masuk yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Selain itu, Tulus juga mengingatkan agar jamaah hanya menggunakan taksi resmi berwarna putih atau hijau ketika menuju Masjidil Haram, karena hanya kendaraan resmi yang diizinkan masuk ke area masjid.
Jamaah calon haji Indonesia yang saat ini masih berada di Madinah dijadwalkan akan diberangkatkan ke Makkah pada 30 April mendatang. Mereka akan melaksanakan umrah wajib dan bersiap untuk menunaikan puncak haji di Armuzna. Berdasarkan data per 28 April pukul 14.30 WIB, sebanyak 44.985 calon haji yang terbagi dalam 116 kelompok terbang telah diberangkatkan ke Arab Saudi sejak operasional dimulai pada 22 April lalu. Dari jumlah tersebut, 41.913 orang yang tergabung dalam 108 kloter telah tiba di Madinah.
Pada tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang, yang terdiri dari 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.






















