Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengapresiasi kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan UNICEF dalam pelaksanaan Country Programme Action Plan (CPAP) 2026–2030. Program ini, yang mengusung tema “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia”, bertujuan memperkuat komitmen lintas sektor dalam menempatkan anak sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Arifah Fauzi menegaskan bahwa kemitraan ini bukan hanya sekadar dokumen perencanaan, tetapi merupakan wujud komitmen bersama untuk memastikan anak Indonesia dapat tumbuh dengan aman, sehat, dan bermartabat. Ia menekankan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh melalui kebijakan yang responsif, layanan yang terjangkau, serta kolaborasi lintas sektor. Perlindungan anak juga tidak terpisahkan dari pemberdayaan perempuan, sehingga diperlukan pendekatan terintegrasi agar tidak ada anak yang tertinggal.
“Pendekatan terintegrasi menjadi kunci, didukung kolaborasi lintas pihak, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh perempuan dan anak di seluruh Indonesia,” tambah Arifah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa peluncuran CPAP 2026–2030 merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya anak-anak. “Dokumen ini menjadi acuan bersama agar program berjalan secara terarah, terukur, dan berdampak nyata,” ujar Rachmat.
Rachmat menambahkan bahwa anak merupakan investasi masa depan bangsa, sehingga kebijakan perlu dirancang secara komprehensif dan berbasis data, dengan fokus pada penguatan layanan dasar serta kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan bahwa peluncuran CPAP 2026–2030 menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen pembangunan berbasis anak. “Ini merupakan penegasan kembali bahwa tidak ada satu pun anak Indonesia yang boleh tertinggal. Indonesia memiliki peluang besar dengan populasi muda dan sistem tata kelola yang kuat,” ujar Maniza.
Ia menjelaskan, implementasi CPAP 2026–2030 akan difokuskan pada penguatan sistem, pemanfaatan data berbasis bukti, optimalisasi desentralisasi, serta peningkatan inklusi dan ketangguhan menghadapi tantangan global. Melalui program ini, sinergi pemerintah dan mitra pembangunan diharapkan semakin kuat dalam mendorong kebijakan dan program yang berdampak nyata bagi anak-anak Indonesia.



















