Headline.co.id, Demak ~ Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak mengumumkan kondisi terbaru stok darah pada Jumat, 17 April 2026 pukul 08.00 WIB. Berdasarkan data yang dirilis, stok darah di Kabupaten Demak didominasi oleh golongan darah B, sementara golongan darah O dan AB masih sangat terbatas.
Rincian stok darah menunjukkan bahwa golongan darah A tersedia sebanyak 33 kantong, golongan B sebanyak 57 kantong, golongan O hanya 10 kantong, dan golongan AB sebanyak delapan kantong. Semua stok tersebut terdiri dari jenis WB (Whole Blood) dan PRC (Packed Red Cell), sedangkan stok trombosit tercatat kosong.
Kondisi ini menandakan bahwa kebutuhan darah, terutama untuk golongan O dan AB, masih memerlukan perhatian lebih dari masyarakat. PMI mengimbau kepada warga yang memenuhi syarat untuk segera mendonorkan darahnya guna menjaga ketersediaan stok darah.
“Stok darah saat ini masih didominasi golongan B, sementara golongan O dan AB relatif terbatas. Kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk segera melakukan donor darah,” ujar Gustavian Bima, Staf UTD PMI Kabupaten Demak, melalui pesan WhatsApp.
Syarat untuk menjadi pendonor darah lain berusia 17-50 tahun, memiliki berat badan minimal 47 kilogram, dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kadar hemoglobin minimal 12,5 gr/dL. Selain itu, calon pendonor tidak boleh mengonsumsi obat dalam tiga hari terakhir, tidak sedang berpuasa, dan tidak memiliki riwayat penyakit berat atau menular.
PMI Kabupaten Demak juga secara rutin mengadakan kegiatan donor darah keliling di berbagai wilayah. Pada pekan ini, kegiatan donor darah dijadwalkan berlangsung di beberapa lokasi, lain di Rutan Demak pada Jumat, 17 April, JSP Karanganyar pada Sabtu, 18 April, dan Desa Kangkung pada Minggu, 19 April 2026.
Pelayanan donor darah di kantor UTD PMI Kabupaten Demak yang berlokasi di Jalan Bhayangkara Baru No. 3 Demak dibuka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00-19.00 WIB, serta Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB.
PMI mengingatkan bahwa stok darah dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan.




















