Headline.co.id, Ponorogo ~ Pemerintah Kabupaten Ponorogo tengah mempersiapkan acara “mantu geden” yang akan digelar pada bulan Muharam, yaitu Grebeg Suro. Rapat pleno untuk persiapan acara ini telah dilaksanakan di lantai 2 Graha Bakti Praja. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyatakan bahwa rangkaian acara Grebeg Suro akan berlangsung cukup lama, dimulai dari 20 Mei hingga 5 Juli 2026. Berbagai agenda telah dirancang, termasuk hiburan rakyat, pertunjukan budaya, dan aktivitas religi.
Judha Slamet Sarwo Edi menegaskan bahwa Grebeg Suro merupakan denyut utama pariwisata Ponorogo dan memiliki daya tarik hingga tingkat nasional. “Grebeg Suro mampu mengguncang sampai level nasional,” ujarnya dalam siaran tertulis Pemkab Ponorogo, Rabu (15/4/2026). Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), yang menjadi bagian dari Grebeg Suro, telah lima tahun berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang memuat 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia versi Kementerian Pariwisata.
Judha juga menekankan bahwa Grebeg Suro tidak hanya menjadi penggerak roda perekonomian tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya. Dampak positif dirasakan oleh pedagang kaki lima, pelaku ekonomi kreatif, dan para seniman. Menurutnya, panitia telah menyusun rangkaian acara dengan memadukan nilai tradisi dan religi, mengingat Ponorogo dikenal sebagai Kota Budaya sekaligus Kota Santri, di mana tradisi dan religi dapat berjalan beriringan.
Pemkab Ponorogo berkomitmen untuk mempertahankan kualitas Grebeg Suro 2026 meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran. Judha menyatakan optimisme dengan mengandalkan semangat gotong royong. “Mari bergotong royong, bergandengan tangan untuk menyukseskan Grebeg Suro 2026. Grebeg Suro 2026 harus menjadi prioritas. Efeknya besar, bukan saja dari sisi budaya tapi juga ekonomi,” tambahnya. (MC Prov Jatim /yan-hjr/eyv)




















