Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia untuk waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi pada periode 10 hingga 16 April 2026, seiring dengan dinamika atmosfer yang masih kuat di tengah masa peralihan musim.
Sebelumnya, BMKG mencatat bahwa pada periode 6–8 April 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan tertinggi tercatat di Papua Barat dengan 190,7 mm per hari, diikuti oleh DI Yogyakarta dengan 87,4 mm per hari, Kalimantan Tengah 86,4 mm per hari, Papua 84 mm per hari, Sumatra Barat 84,1 mm per hari, Sumatera Utara 75 mm per hari, dan Lampung 73,5 mm per hari.
Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby Gravity (MRG), serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Sumatra. Selain itu, proses peralihan monsun Asia menuju monsun Australia juga mempengaruhi pola cuaca nasional.
BMKG menjelaskan pada Sabtu (11/4/2026) bahwa menguatnya Monsun Australia menyebabkan aliran massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya lebih kering. Namun, dinamika atmosfer lainnya, seperti sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten dan Laut Banda, tetap mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
Untuk periode 10–12 April 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan ringan hingga lebat. Wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan sedang hingga lebat meliputi sebagian besar Sumatra, Banten, Jakarta, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, serta sebagian besar Papua.
Sementara itu, wilayah dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku. BMKG juga mencatat adanya potensi angin kencang di Sumatra Barat, Papua Barat, dan Papua.
Memasuki periode 13–16 April 2026, cuaca masih diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, namun potensi hujan lebat tetap perlu diwaspadai di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Wilayah berstatus siaga pada periode ini lain Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi. Masyarakat juga diminta untuk secara berkala memantau informasi cuaca melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi BMKG.
“Informasi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat perlu terus memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini resmi,” demikian imbauan BMKG.





















