Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan arahan dari Presiden Prabowo. Purbaya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap fluktuasi harga energi global yang dipengaruhi oleh konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Purbaya menekankan bahwa kebijakan ini merupakan hasil kerja sama berbagai kementerian dan bukan hanya keputusan satu pihak. “Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi,” ujar Purbaya.
Dalam proses pengambilan keputusan, Presiden Prabowo sangat memperhatikan dampak ekonomi terhadap masyarakat. Pemerintah secara rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran. Purbaya menambahkan, “Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa-ketawa, tapi sebenarnya dihitung.”
Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi masyarakat di tengah ketidakpastian global. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi demi kesejahteraan masyarakat.






















