Headline.co.id, Jakarta ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh mengintensifkan pengawasan pangan melalui program Sanger (Sampel dan Pengawasan Pangan) yang dilaksanakan di sejumlah warung kopi di kawasan Kajhu, Rabu (8/4/2026). Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak.
Dalam kegiatan tersebut, tim BBPOM Aceh melakukan pemeriksaan langsung, pengambilan sampel, serta memberikan edukasi kepada pelaku usaha di lima warung kopi yang dipilih secara acak. Langkah ini diambil untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai kondisi keamanan pangan di lapangan.
Selain fokus pada pengujian, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik dan pengelola warung kopi tentang pentingnya menjaga kebersihan, memilih bahan baku yang aman, serta menerapkan cara pengolahan pangan yang baik. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk yang disajikan kepada konsumen.
Penanggung jawab kegiatan Sanger, Yanti, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif sekaligus pembinaan berkelanjutan. “Melalui Sanger, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha agar senantiasa memperhatikan aspek keamanan pangan. Hasil pemeriksaan terhadap lima warung kopi di kawasan Kajhu menunjukkan seluruh sampel memenuhi persyaratan dan aman dikonsumsi,” ujarnya.
Yanti menambahkan bahwa BBPOM Aceh akan terus melakukan pengawasan secara berkala di berbagai lokasi untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat tetap aman dan layak konsumsi. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran pelaku usaha warung kopi semakin meningkat dalam menerapkan prinsip keamanan pangan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap produk yang disajikan tetap terjaga.





















