Headline.co.id, Bandung ~ Kementerian Pariwisata mengungkapkan bahwa libur Lebaran 2026 telah memicu peningkatan perjalanan wisata yang signifikan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, jumlah warga yang melakukan perjalanan selama masa angkutan Lebaran dari 13 hingga 29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal. “Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk berwisata selama libur Lebaran,” ujar Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Kamis (2/4/2026).
Beberapa destinasi wisata yang menjadi favorit selama libur Lebaran 2026 lain Malioboro di Yogyakarta, serta kawasan wisata Ancol, Monas, dan Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta. Selain itu, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan Magetan, dan Taman Safari Indonesia Bogor juga ramai dikunjungi wisatawan. “Destinasi-destinasi ini menunjukkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan,” lanjut Wamenpar.
Selama libur Lebaran 2026, Kementerian Pariwisata memantau kunjungan wisatawan ke 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan tiga destinasi pariwisata regeneratif (DPR). Tercatat ada 6,66 juta pergerakan penumpang menuju 10 destinasi pariwisata prioritas, meningkat 13,74 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Destinasi pariwisata prioritas tersebut meliputi Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Labuan Bajo, Morotai, Tanjung Kalayang, dan Bromo-Tengger-Semeru.
Pergerakan penumpang ke tiga destinasi pariwisata regeneratif selama libur Lebaran 2026 mencapai 6,1 juta pergerakan, meningkat 24,63 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Destinasi pariwisata regeneratif mencakup wilayah Bali, Greater Jakarta, dan Kepulauan Riau. “Peningkatan ini menunjukkan potensi besar dari destinasi regeneratif,” kata Wamenpar.
Estimasi total pengeluaran masyarakat ke destinasi pariwisata prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun, yang mencerminkan kontribusi sekitar 61,8 persen dari total estimasi pengeluaran nasional di sektor pariwisata. Pemerintah berupaya meningkatkan layanan pariwisata selama periode libur Lebaran 2026 dengan mengaktifkan platform layanan informasi terpadu Halo Wonderful, menyelenggarakan Pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), serta mengampanyekan BBWI dan Belanja di Indonesia Aja (BINA).
Selain itu, Kementerian Pariwisata mengompilasi paket wisata libur Lebaran, mendorong penurunan harga tiket layanan transportasi, memantau 173 titik daya tarik wisata, dan menerbitkan surat edaran tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kementerian juga memantau masalah layanan pariwisata seperti pungutan liar dan menanganinya bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pengelola destinasi wisata.




















