Headline.co.id, Pekanbaru ~ Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,65 persen pada Maret 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,84. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengungkapkan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,71 persen dengan IHK 113,43. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 3,23 persen dengan IHK 112,64.
“Pada Maret 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 3,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,84,” ujar Asep dalam rilis resmi, Rabu (1/4/2026). Ia menjelaskan bahwa inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran,” katanya. Kelompok pengeluaran dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,83 persen. Disusul oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,06 persen, serta pendidikan sebesar 5,08 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 3,22 persen.
Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,83 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen. Secara bulanan (month to month/m-to-m), Riau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen. Adapun secara tahun kalender (year to date/y-to-d), juga terjadi deflasi sebesar 0,32 persen.
“Secara month to month (m-to-m) pada Maret 2026 Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen, dan secara year to date (y-to-d) Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,32 persen,” ujarnya. Asep menambahkan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi pendorong utama inflasi, lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, telur ayam ras, beras, serta jasa pendidikan dan transportasi.
Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang putih, minyak goreng, dan bensin memberikan andil terhadap deflasi. Ia menegaskan bahwa data inflasi menjadi indikator penting dalam melihat kondisi ekonomi daerah serta sebagai dasar pengambilan kebijakan. “Perkembangan harga ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” tutupnya.


















